Miris, Jembatan dan Jalan di Mapattunggul Banyak Ancam Nyawa, Yulisman Minta Pemkab Pasaman Segerakan Pembangunannya
Foto: Jalan dan Jembatan di Nagari Muaro Tais Koto Gadang Mapat Tunggul mengancam Ribuan nyawa

2,038 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Mapattunggul (Centangbiru) – Empat unit jembatan penghubung empat Kejorongan di Nagari Muaro Tais Koto Gadang Kecamatan Mapattunggul Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat sungguh sangat memprihatinkan. Bahkan bisa mengancam korban jiwa bagi ribuan warga yang melewati jembatan tersebut.


Empat unit jembatan yang rusak parah tersebut adalah jembatan Sungai Bosar, jembatan Lubuk Linjuang, jembatan Aka Simpik dan jembatan Sungai Ngebah.

Salah seorang Warga Jorong Kubu Baru, Undri merasa sedih dan pilu melihat kondisi empat unit jembatan menuju kampung mereka. Tidak hanya jembatan, jalan pun berlumpur bagaikan kubangan kerbau.

“Sangat miris sekali kondisi insfrastruktur di kampung kami. Kondisi ini sudah bertahun-tahun. Bahkan sudah ada mobil warga yang membawa jagung petani yang terpuruk akibat kayu alas jembatan ambruk atau patah” jelas Undri seraya menangis tersedu-sedu.

Sementara itu Anggota DPRD Pasaman Fraksi PAN, Yulisman, AMa bersedih menangis pilu melihat kondisi jembatan dan jalan menuju kantor Walinagari dan jorong-jorong di Nagari Muaro Tais Koto Gadang. Beliau berharap bahwa ini sangat perlu menjadi prioritas pembangunan bagi Pemkab Pasaman.

“Sebab, sudah ada mobil warga yang membawa hasil pertanian yang nyaris masuk sungai karena terpuruk di jembatan yang ambruk. Kalau ini tetap dibiarkan maka ekonomi rakyat akan semakin terpuruk” tegas Yulisman dengan air mata yang berlinang pada awak media, Rabu 4 September 2019.

Menurut Yulisman, empat unit jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian ribuan rakyat di Nagari Muaro Tais Koto Gadang, seperti Jorong Soma, Kubu Baru, Sibintayan dan Betung Busuk. Setiap hari warga melewati jembatan tersebut, baik membawa hasil pertanian maupun sembako dari pasar Rao.

“Kita sudah menyampaikan kondisi jembatan ini kepada Dinas PU Pemkab Pasaman agar diprioritaskan rehapnya. Hal ini menyangkut hajat hidup ribuan rakyat nagari tersebut” ujarnya.

Yulisman memohon dengan hatinya yang paling dalam untuk jangan membiarkan kesedihan ini berlarut-larut, sebab alas jembatan hanya terbuat dari kayu bulat ukuran kecil. Bisa saja alas jembatan tersebut ambruk dan memakan korban jiwa bagi rakyat jelata maupun pejabat Negara.

(Unc)