Optimalisasi Pekarangan Rumah Untuk Budidaya Cabai Di Lareh Nan Panjang Selatan, Padang Pariaman
110 kali dilihat, 110 kali dilihat hari ini
Lareh Nan Panjang Selatan (Centangbiru) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif Universitas Andalas (UNAND) dan Universitas Riau (UNRI), dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Sosmiarti, SE, M.Si, serta dukungan dari Wali Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Zainal, S.S.T.Pi., NL.P., CPA., CPArb., melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa optimalisasi pekarangan rumah sebagai media budidaya cabai skala kecil di Nagari Lareh Nan Panjang Selatan.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung ketersediaan pangan rumah tangga serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap cabai dari pasar yang harganya sering berfluktuasi.
Agenda ini melibatkan 6 mahasiswa sebagai pelaksana program kerja, yaitu 1 mahasiswa UNRI dan 5 mahasiswa UNAND. Kegiatan dipusatkan pada lahan pekarangan yang berada di sebelah posko KKN, tepatnya di area Kantor Wali Nagari Lama Lareh Nan Panjang Selatan.
Sejak pagi hari, mahasiswa bergotong royong melakukan persiapan lahan, mulai dari pembersihan area, pengolahan tanah, hingga pembuatan bedengan sederhana. Kebersamaan antara para mahasiswa mencerminkan semangat kerja sama dalam mendukung keberhasilan kegiatan.
Fokus utama kegiatan ini adalah penanaman cabai rawit dan cabai keriting (Capsicum annuum) dengan memanfaatkan pupuk kompos organik sebagai sumber nutrisi tanaman dengan tujuan bebas dari pemakaian pupuk kimia demi keberlanjutan lingkungan (agricultural suistanable).
Selain itu, mahasiswa memasang pagar sederhana dari bambu dan tali di sekeliling lahan untuk melindungi tanaman dari gangguan hewan ternak dan aktivitas luar yang berpotensi merusak tanaman. Langkah ini dinilai efektif dalam menjaga keberlangsungan pertumbuhan tanaman cabai.
Selain kegiatan penanaman, mahasiswa KKN juga melaksanakan diskusi bersama warga sekitar mengenai kondisi lahan pertanian, kendala yang dihadapi masyarakat dalam budidaya tanaman, serta kebutuhan masyarakat terkait sektor pertanian. Diskusi ini menjadi wadah pertukaran informasi antara mahasiswa dan warga sehingga pelaksanaan kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi lokal nagari. Dalam upaya memperluas wawasan dan pemahaman terkait kebijakan pertanian, mahasiswa KKN bersama perangkat nagari dan masyarakat turut mengikuti kegiatan diskusi secara daring (Zoom) dengan Menteri Pertanian Republik Indonesia yang membahas isu-isu strategis mengenai pemanfaatan lahan pertanian, ketahanan pangan, serta dukungan pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di sektor pertanian.
Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh gambaran yang lebih luas mengenai arah kebijakan pertanian nasional serta peluang pengembangan pertanian di tingkat nagari.
Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Sosmiarti, SE, M.Si, menyampaikan, bahwa rangkaian kegiatan tersebut memberikan manfaat yang signifikan.
“Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada praktik budidaya cabai, tetapi juga mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu pertanian secara menyeluruh melalui diskusi dan keterlibatan langsung dengan berbagai pihak,” ujarnya.
Razali, selaku Ketua Kelompok Tani Dama Saiyo sekaligus anggota Badan Musyawarah Lareh Nan Panjang Selatan menyampaikan, apresiasi atas kehadiran dan kontribusi mahasiswa KKN UNAND dan UNRI. Ia menilai kegiatan optimalisasi pekarangan rumah melalui budidaya cabai ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan dan mendukung kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, serta berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di nagari tersebut.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemeliharaan awal tanaman cabai serta kesepakatan bersama untuk melanjutkan perawatan tanaman setelah masa KKN berakhir. Melalui kolaborasi mahasiswa UNAND dan UNRI dengan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam mendukung kemandirian pangan dan pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif di Lareh Nan Panjang Selatan.
***
Ditulis oleh: Wafiq Rizki Ananda, Farhan Fiermansyah, Cinta Riza Febriani, Dwi Febrianti, Nopra Mardelita, dan Syahlini Nayla Wulandari.
(Unc)


