Keberhasilan Ratu Tisha dan Anak Muda dalam Meraih Kemenangan Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Tahun 2021
Foto: Sekjend.PSSI, Ratu Tisha dan Team Anak Muda (pssi.org/FB-SIF)

2,218 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Centangbiru – Indonesia telah ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021. FIFA mengumumkan hasil bidding tuan rumah ajang tersebut dalam council meeting di Shanghai, Kamis (24/10/2019) pagi.

Indonesia menyingkirkan enam negara pesaing, yakni Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (tuan rumah bersama), Myanmar dan Thailand (tuan rumah bersama), Brasil serta Peru.


Indonesia ternyata bukan negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tuan rumah ajang tersebut.

Turnamen tersebut telah dimulai sejak tahun 1977 di Tunisia. Malaysia merupakan negara Asia Tenggara pertama yang menjadi host, yakni pada tahun 1997. Pada waktu itu, turnamen masih bertajuk FIFA World Youth Championship.

Jepang menjadi negara Asia pertama yang menjadi tuan rumah ajang tersebut, yakni pada edisi kedua tahun 1979.

Sebagai informasi, setelah bertitel FIFA World Youth Championship, turnamen berganti nama menjadi FIFA World Cup U-20 pada 2007 bertepatan dengan edisi ke-16 yang digelar di Kanada.

Dengan menjadi tuan rumah, Indonesia berhak tampil dalam ajang yang digelar dua tahunan itu. PSSI sudah menyiapkan 10 stadion untuk menjadi venue Piala Dunia U-20 2021.

Daftar 10 Stadion yang disiapkan PSSI untuk Piala Dunia U-20 2021:

Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta

Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor

Stadion Manahan, Solo

Stadion Mandala Krida, Yogyakarta

Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali

Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi

Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi

Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung

Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya

Indonesia pernah tampil di Piala Dunia U20 pada tahun 1979 di Jepang. Indonesia menjadi salah satu wakil Asia setelah berhasil menembus babak Quarterfinal Piala Asia U19 1978. Walau hanya sebatas Quarterfinal, Indonesia dinyatakan layak karena Iraq sebagai semifinalis mengundurkan diri. Apapun pada 2021 mendatang, menjadi yang kedua kali Indonesia berpartisipasi di Piala Dunia U20.

Dibalik keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah, ada kontribusi besar orang-orang muda di tim kesekjendnan PSSI yang dipimpin oleh Ratu Tisha yang bekerja dibalik layar. Terimakasih untuk PSSI dan semua orang yang terlibat… We Did It!

Kemenangan yang diraih langsung dibawa larut kesedihan. Ayah Sekjen PSSI Ratu Tisha, Tubagus Adhe, meninggal dunia pada Rabu (24/10/2019). Menurut kabar yang diterima BolaSport.com dari PSSI, Ayah Ratu Tisha, Tubagus Adhe Hidayat, meninggal dunia sekitar pukul 21.30 WIB di RS Bintaro Jakarta dalam usia 57 tahun. Sebelumnya, 6 bulan lalu, ayah Ratu Tishasudah dirawat di RS Polri Petamburan akibat penyakit stroke.

Tubagus Adhe yang lahir pada 9 Juni 1952 diakui Tisha menjadi sosok yang selalu menguatkannya saat menjalani pekerjaannya yang penuh tekanan sebagai Sekjen PSSI.

”Kebetulan sekarang ada di sini, Beliau itu adalah ayah saya,” kata Ratu Tisha saat ditanya secara khusus kepada BolaSport.com dan Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

”Saya besar sebagai fan sepak bola yang diajak ayah saya nonton ke stadion,” tuturnya sambil sedikit memberikan info kalau orang tua yang disayanginya itu sedang terbaring sakit.

Ratu Tisha juga sempat bercerita soal ‘keajaiban’ yang dirasakan saat bersama ayahnya di stadion menyaksikan laga sepak bola secara langsung.

”Saya seolah mendapatkan magical feeling dari sepak bola ini,” ucap Ratu Tisha.

”Semua itu saya rasakan ketika sepak bola mampu mengerakkan begitu banyak orang di stadion.”

”Sepak bola pun membuat emosi orang bergetar dan akhirnya menginspirasi. Semua itu tak lepas dari peran besar ayah saya,” tuturnya.

Tisha melanjutkan cerita ketika akhirnya dia memutuskan berkarier di sepak bola, sang ayah pun memiliki pesan yang cukup tegas.

”Ayah saya berkata: Nak, jersey kita warnanya merah, jadi kamu harus berani,” tutur Tisha.

”Kata-kata dari ayah saya itu saya pegang teguh dalam menjalankan tugas ini dan saya tularkan ke rekan di tim kesekjenan,” ucapnya tanpa menyebut nama sang ayah yang kini berusia 67 tahun itu.

Ratu Tisha merupakan anak dari pasangan Tubagus Adhe dan Venia Maharani.

(Bolacom/bolasportcom/kompas/goalcom)