Ismed: Pengolahan Produk Makanan Berbahan Dasar Jagung, Menguntungkan Petani
Foto: Ketua Tim IbDM THP Fakultas Teknologi Pertanian Unand, Ismed, M.Sc

2,920 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Simpang Alahan Mati (Centangbiru) – Kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas (Unand) Padang, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dan jurusan Tekhnologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Teknologi Pertanian berupa kegiatan Ipteks Berbasis Dosen Dan Masyarakat (IbDM) terkait penyuluhan dan pelatihan metode proses pengeringan serta pengolahan produk jagung ke Jr.Padang Baru, Nagari Simpang, Kecamatan Simpang Alahan Mati Kabupaten Pasaman, pada Jumat (1/10/2019).

Ismed, M.Sc selaku Ketua Tim IbDM THP Fakultas Teknologi Pertanian UNAND menyampaikan, bahwa Kegiatan ini digelar untuk membantu petani jagung di Nagari Simpang agar lebih efisien dan maksimal dalam proses pengeringan serta pengolahan produk jagung.

“Kendala yang dikeluhkan Petani jagung di Nagari Simpang ini pada umumnya adalah proses pengeringan karena curah hujan yang cukup tinggi di daerah ini. Maka, kami coba memaparkan alternatif alat-alat pengering yang mudah dioperasionalkan serta sesuai untuk petani dan tidak menggunakan daya listrik yang banyak,” ujar Ismed.


Ismed juga menjelaskan, bahwa petani jagung tidak hanya bisa menjual hasil pertaniannya dengan bertumpu pada memasarkan jagung kering, akan tetapi bisa diinovasikan untuk mengolahnya menjadi suatu produk olahan berbahan dasar jagung kering.

“Pemanfaatan jagung diharapkan meningkat tidak hanya dijual sebagai jagung pipil saja, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk makanan yang bernilai ekonomi kreatif, contohnya seperti makanan cemilan keripik atau tortila chips, mie serta juga bisa dibuat tepung jagung. Sehingga ini bisa menjadi suatu usaha dari kelompok tani terutama bagi memperdayakan kaum ibu,” ujar Ismed.

Dalam kesempatan tersebut, Ismed mengatakan bahwa Tim THP UNAND juga siap mendampingi kelompok tani di Nagari Simpang terutama bagi Poktan Aur Serumpun untuk mengolah produk olahan jagung hingga siap dipasarkan.

“Harapan kami, jika program ini berlanjut maka kami akan mencoba merealisasikan keinginan kelompok tani disini, seperti alat pengeringan. Dan kami dari THP Unand juga siap mendampingi kelompok tani disini dalam pengolahan produk olahan jagung hingga siap untuk dipasarkan,” pungkas Ismed.

(Unc)