Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Nevi Zuairina: Peran Pemuda dalam Kontribusi Pembangunan Bangsa dan Negara
Foto: Hj.Nevi Zuairina berikan Paparan 4 Pilar MPR RI

2,965 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Pasaman (Centangbiru) – Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Hj. Nevi Zuairina melakukan Sosialisasi empat Pilar di daerah pemilihannya untuk pertama kalinya mengangkat tema Peran Pemuda Dalam Kontribusi Pembangunan Negara. Sebagaimana diketahui bersama, bapak presiden sebagai simbol utama orang nomor satu di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, telah mengangkat staff khususnya dari kalangan anak-anak muda milenial yang siap memberikan yang terbaik untuk bangsanya.


Sosialisasi MPR yang dilakukan aktivis perempuan dari PKS ini dilakukan di gedung Kogusda Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat pada hari Selasa, 26 November 2019, yang merupakan dapil II untuk pemilihan DPR/MPR RI di Provinsi Sumatera Barat.

Masyarakat yang turut berpartisipasi berasal dari kalangan simpatisan PKS dan tokoh-tokoh masyarakat di sekitar Kabupaten Pasaman, berbagai usia dan berbagai kalangan namun di dominasi oleh anak-anak muda.

“Saya turut apresiasi, Presiden RI memberikan contoh mengambil anak muda belia tujuh dari tiga belas staff khususnya. Tentunya anak-anak muda ini merupakan yang terpilih karena kemampuan dan prestasinya. Namun perlu di perhatikan adalah, perlu ada evaluasi di hari-hari kedepan, karena profesionalitas di luar istana kemungkinan ada perbedaan dengan dalam istana”, urai Nevi.

Politisi PKS ini menjelaskan, bahwa bangsa kita memang memerlukan sosok-sosok muda sebagai simbol perwajahan bangsa yang akan memikul beratnya persaingan global dunia digital dan perdagangan internasional dengan pembatasan yang minim. Teknologi Informasi yang menjelma pada sosial media menjadi ajang diskusi ruang publik bila tanpa di bentengi dengan dasar-dasar persatuan bangsa yang termaktub pada Pancasila dan UUD 1945, maka friksi merupakan ekses negatifnya. Selain Pancasila dan UUD 1945, Nilai-nilai agama dan adat-istiadat tiap daerah juga akan sangat diperlukan untuk memperkuat jiwa-jiwa toleransi dan empati ketika berkomunikasi dan berdialektika secara bebas dalam duna maya.

“Sosialisasi MPR ini merupakan ajang yang sangat baik dan sudah terlaksana di semua daerah yang dilakukan oleh anggota MPR RI di dapil masing-masing. Saya secara pribadi menginginkan sosialisasi ini selain menjadi sarana transfer ilmu dan komunikasi langsung dengan masyarakat, juga sebagai penyampaian aspirasi kepada Pemerintah pusat melalui anggota DPR/MPR RI. Aspirasi kepada pemerintahan pusat langsung dapat disampaikan oleh mayarakat tanpa perantara. Buah pemikiran pada kontribusi pembangunan bangsa dan negara, baik sekali muncul dari kalangan anak-anak muda di tiap daerah yang kemungkinan belum muncul akibat belum ada sarana untuk menampungnya”, terang Nevi.

Anggota MPR yang juga duduk di Komisi VI DPR RI ini menambahkan, saat ini banyak sekali anak-anak muda bangsa yang tersembunyi kemampuannya karena tidak ada expose yang mewadahinya. Mutiara-mutiara bangsa ini perlu di jaring oleh forum-forum kenegaraan yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan di tiap-tiap daerah. Boleh jadi di antara jutaan penduduk Indonesia ini, masih akan muncul pemuda-pemudi milenial dengan kemampuan pemahaman berbangsa dan bernegara pada kehidupan bermasyarakat. Menurut Nevi, keutuhan pemahaman yang menyeluruh dan berkelanjutan akan mampu mewujudkan visi dan misi Indonesia sebagai Negara yang maju, kuat dan bermartabat.

“Semoga, sosialisasi MPR berupa Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Bhineka Tunggal Ika, UUD NRI 1945 sebagai Konstitusi Negara & Ketetapan MPR, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan dapat semakin dekat kepada masyarakat apabila terus-menerus dilakukan oleh anggota MPR langsung kepada masyarakat. Dengan meratanya sosialisasi kepada seluruh penduduk Indonesia, akan menjadi sarana pengokohan pemikiran masyarakat terhadap rasa nasionalisme yang kuat terhadap bangsa dan Negara” pungkasnya.

(Unc)