Laga Penentuan Juara, Der Klassiker Malam Ini Bakal Seru
Derklassiker malam ini (BRfootball)

3,004 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Dortmund (Centangbiru) – Bundesliga (Liga Jerman) pada tengah pekan ini akan langsung panas. Hal ini ditandai dengan laga seru super big match Der Klassiker (Borussia Dortmund vs Bayern Munchen) yang akan dihelat di Signal-Iduna Park, Selasa (26/5/2020) malam WIB nanti. Rencananya laga yang dimulai pukul 23.30 WIB ini akan disiarkan langsung Mola TV dan Fox Sport.


Borussia Dortmund cuma punya satu target yakni mengalahkan Bayern Munchen malam nanti. Hasil selain itu, maka Dortmund jangan berharap gelar juara.

Pertandingan ini disebut-sebut akan memegang peran besar dalam persaingan titel juara, sebagaimana layaknya pertemuan dua tim teratas di liga. Dortmund selaku tuan rumah saat ini ada di posisi dua dengan 57 poin, empat poin di belakang Bayern.

Kedua tim sedang sama-sama dalam laju bagus. Dortmund merangkai enam kemenangan beruntun, sementara Bayern Munchen tanpa kekalahan di 13 laga terakhir dengan 12 kemenangan direngkuh.

Tampil sebagai tuan rumah, seharusnya menjadi sebuah faktor yang menguntungkan Dortmund. Tapi kali ini mereka mesti melupakan faktor tersebut karena pertandingan digelar secara tertutup.

Faktanya, sejak Liga Jerman dilanjutkan pada 16 Mei 2020 setelah penangguhan akibat pandemi COVID-19, status tuan rumah malah kehilangan arti. Hanya 16,7% kemenangan diraih tim kandang berbanding 55,5% yang direbut tim tandang hingga saat ini.

Dari 18 pertandingan, cuma tiga kemenangan diraih tim kandang sementara 10 kemenangan dipetik tim tandang. Tiga tim yang menang di kandang itu adalah Borussia Dortmund (4-0 vs Schalke), Bayern (5-2 vs Eintracht Frankfurt), dan Hertha Berlin (4-0 vs Union Berlin).

Sebagai perbandingan, sebelum liga ditangguhkan, tim-tim kandang punya persentase kemenangan sebesar 43,3% dari total 224 laga, dibanding 34,8% yang didapat tim tandang.

Satu yang pasti, duel panas Borussia Dortmund vs Bayern Munchen akan mempertemukan dua striker paling berbahaya di dunia saat ini, yakni Erling Haaland dan Robert Lewandowski. Siapa paling tajam di antara keduanya?
Dortmund akan mengandalkan Haaland untuk bisa menipiskan jarak dengan Bayern yang tengah unggul 4 poin dari mereka di puncak klasemen sementara Liga Jerman.

Sudah 10 gol berhasil diciptakan pemuda asal Norwegia itu di 10 laga Bundesliga bersama Dortmund. Hasilnya pun memuaskan, Dortmund menang 9 kali dan hanya kalah sekali.

Namun jika dihitung secara keseluruhan, jumlah gol Haaland di musim ini tak main-main. Selain di Bundesliga, Haaland sudah mencetak 1 gol di DFB-Pokal dan 2 gol di Liga Champions untuk Dortmund.

Saat masih membela RB Salzburg di setengah musim 2019/20, ia melesakkan 28 gol. Rinciannya, 16 gol di Liga Austria, 4 gol di Piala Austria, dan 8 gol di Liga Champions. Jika ditotal, ia sudah mengemas 41 gol dari 35 laga yang dimainkan musim ini.

Bagaimana dengan Lewandowski? Ia juga sama ganasnya di depan gawang lawan.

Meski sudah 31 tahun, performa eks striker Dortmund ini tak menurun. Musim ini, Lewandowski sudah tampil 35 kali bersama Bayern di seluruh ajang.

Untuk jumlah gol, ia sudah mencetak 27 gol di Bundesliga, 11 gol di DFB-Pokal, dan 3 gol di Liga Champions. Jika dijumlahkan, ia mengoleksi 41 gol. Ya, catatan keduanya sama, 35 kali main dan mencetak 41 gol.

Hal inilah yang membuat pertemuan keduanya amat dinanti dan diibaratkan sebagai duel guru melawan muridnya. Kehebatan keduanya pun diakui eks pelatih Dortmund dan Bayern, Ottmar Hitzfeld.

“Dia (Haaland) cerdas dalam bermain, dan menyerang di saat yang tepat. Selalu mencari ruang. Tekniknya juga bagus, kemudian tenang dan cepat,” ujar Hitzfeld kepada Kicker bulan lalu.

“Haaland bisa menjadi Lewandowski yang berikutnya,” simpul pelatih yang pernah membawa Dortmund dan Bayern juara Liga Champions tersebut.

Bagi Dortmund laga ini begitu krusial bagi mimpi mereka mengejar gelar juara Bundesliga. Sebab saat ini Dortmund ada di posisi kedua dengan 57 poin dari 27 laga, selisih empat angka dari Bayern di puncak.

Melihat kompetisi tinggal menyisakan tujuh pekan lagi, maka ini adalah satu-satunya peluang untuk menghambat Bayern yang tengah on fire. Die Roten memenangi 12 dari 13 pertandingan terakhirnya di liga.

Jika Dortmund gagal meraih tiga poin maka mereka bisa mengucapkan selamat tinggal kepada gelar juara liga. Untungnya, Dortmund juga lagi bagus karena memenangi enam laga terakhirnya dan cuma kebobolan satu gol.

“Anda tidak perlu jadi orang suci untuk bilang bahwa kami harus menang, jika masih ingin jadi juara. Hanya ada enam laga setelah itu. Mudah mengatakan, tapi sulit untuk melakukannya,” ujar Direktur Olahraga, Michael Zorc, seperti dikutip ESPN.

“Kami harus yakin pada diri sendiri, kami harus percaya diri. Kami harus bisa mengatasi dominasi Bayern. Mereka pastinya akan lebih banyak menguasai bola. Kami harus bertahan dengan sangat baik. Kami harus tahu kualitas kami sendiri,” sambungnya.

“kami selalu bisa bikin gol saat menghadapi mereka dan kami bisa mengalahkan mereka,” tutup Zorc.

(detiksport)