Main Domino dan Efek Domino Jelang Pilkada 2020

4,131 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
Centangbiru – Permainan domino adalah salah satu kebiasaan yang identik dengan masyarakat Sumatera Barat, baik di kampung maupun di perantauan.
Main domino ini kelihatan sangat menarik dengan penuh kegembiraan, dan diselenggarakan dengan 4 orang dengan komposisi 2 lawan 2 dan bertempat di warung atau kedai kopi.
Rizal selaku penggemar berat domino mengatakan, bahwa permainan domino bisa menjalin keakraban dan juga mampu megasah otak karena membutuhkan strategi dan cara untuk mencapai kemenangan dan juga memperhitungkan kartu yang turun untuk putaran berikutnya.
“Permainan domino ini bisa hadirkan kegembiraan dan pererat persahabatan. Selain itu, juga mengasah insting, karena bukan kartu kita saja yang dipikirkan namun kartu teman (mandan) dan lawan kiri kanan juga kita pikirkan agar kita dan mandan raih kemenangan dengan brillian,” ujar Rizal di kedai kopi Kardi, Lubuk Sikaping (15/9).
Ia menjelaskan dalam aturan umum permainan domino, pemain yang bisa menghabiskan kartunya terlebih dahulu, dianggap sebagai pemenang.
Saat kartu hasil kocokan dibuka, penentuan nasib segera dimulai. Pemain yang banyak mendapat kartu berpasangan sama (balak), boleh dikata kurang beruntung. Apalagi kalau balak yang didapat berjumlah besar, seperti 6-6 (12) atau 5-5 (10). Kartu balak bisa menjadi kartu mati, jika lawan selalu menutup keenam kartu lainnya. contohnya, balak 6 akan menjadi kartu mati, jika setiap turunnya kartu 1-6, 2-6, 3-6, 4-6 dan 5-6, selalu ditutup oleh pihak lawan. Hal inilah yang menyebabkan setiap pemain akan secepat mungkin menurunkan kartu balak dari tangannya.
Walaupun begitu, kata Rizal yang akrab disapa Zal Momo, mendapatkan kartu yang berangka kecil, belum tentu kemenangan akan mudah diraih. Biasanya pemain akan lebih senang mendapatkan kartu dengan angka-angka yang terdistribusi merata, karena dengan ini pemain dapat menjawab setiap angka yang ditawarkan.
Kardi salah seorang pemain master menambahkan, begitu sulit menghitung kartu lawan dan mandan, sebab inilah yang dinamakan asah otak dalam permainan domino. Bagaimana caranya menang dan menghasilkan kartu lawan banyak tersisa.
“Berbeda dengan permainan lainnya, permainan domino sangat mengandalkan kemampuan rasa serta periksa atau insting tangguh. Dan inilah menariknya dari permainan domino. Pemain tidak hanya dituntut harus dapat menghitung kartu di bawah, tetapi juga harus dapat feeling so strong kartu apa yang masih berada di tangan lawan, dan berada di pihak mana kartu tersebut berada. Mengirakan keberadaan kartu sangat dibutuhkan apalagi bila permainan sudah memasuki fase akhir,” ungkap Kardi dengan dialek khas Taluak Ambunnya.
Sebenarnya tidak begitu sulit untuk menebak kartu yang sedang dipegang lawan, bila pemain benar-benar menyimak permainannya serta memperhatikan kartu apa saja yang sudah dikeluarkan lawannya.
“Bukan hanya itu saja, membaca kartu yang tidak dipunyai lawan juga tidak kalah pentingnya. Dengan memberi tawaran angka yang tidak dimiliki lawan secara berulang, tentu hal tersebut akan menghalangi laju langkah lawan,” tambah Kardi.
Kardi yang biasa disapa Mak Kar mengatakan, banyak pelajaran yang didapat dari permainan domino. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, dalam permainan tersebut dilatih untuk bersungguh-sungguh, berkonsentrasi tinggi, serta berani untuk mengambil keputusan. Setelah itu juga diajarkan tentang bagaimana caranya berhitung, serta meminimalisir sebuah kegagalan. Dari permainan ini juga, dapat mengetahui karakter para pemain. Apakah dirinya tipe pemain yang agresif, konservatif, atau malah seorang pemain yang baik hati.
Bahri yang merupakan mandan setia Zal Momo juga mengatakan, permainan domino mengajarkan kita tentang aturan dalam permainan kartu yang harus dipatuhi bersama.
“Bila kita tidak mampu memahami dengan baik suatu aturan permainan, bisa saja kita akan tertinggal atau kalah terus dan berkelanjutan. Kedisiplinan paham aturan harus sejalan dengan disiplin diri pribadi,” jelas Bahri seraya tersenyum simpul.
Sosialisasi sambil bermain kartu, lanjut Bahri, hubungan pertemanan juga dapat terjalin lebih erat. Baik antara tetangga, sahabat, ataupun dengan teman sebaya serta teman se-kantor.
Begitu juga halnya dalam pertarungan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah, adu taktik dan strategi serta kerjasama tim untuk upaya meraih kemenangan indah dapat tergambar dalam prinsip-prinsip dasar permainan domino tersebut.
Dengan semakin dekatnya penyelenggaraan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020, maka interaksi dan sosialisasi di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan agar partisipasi pemilih meningkat dari pelaksanaan Pilkada sebelumnya. Kedai kopi juga merupakan wadah atau tempat yang pas untuk menggalakkan begitu pentingnya menggunakan hak pilih sebagai seorang warga negara yang baik.
(Unc)


