Buruan Daftar, Dinas Pendidikan Pasaman Buka Rekrutmen Guru Tahfidz, Penempatan Di Seluruh Nagari
227 kali dilihat, 227 kali dilihat hari ini
Lubuk Sikaping (Centangbiru) – Pemerintah Kabupaten Pasaman melalui Dinas Pendidikan secara resmi buka pendaftaran bagi tenaga pendidik atau Guru Tahfidz yang akan ditempatkan di setiap nagari di wilayah Pasaman. Program ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Pasaman yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan.
Berdasarkan pengumuman resmi, rekrutmen ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar Tahfidz Al-Qur’an yang akan berperan dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 23 hingga 30 April 2026. Para calon pelamar diharapkan segera melengkapi persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia.
Adapun persyaratan yang harus dipenuhi antara lain:
*Surat lamaran
*Memiliki hafalan minimal 5 juz
*Fotokopi ijazah dan transkrip nilai
*Fotokopi KTP (berdomisili di Pasaman)
*Fotokopi sertifikat Tahfidz (jika ada)
*Pendidikan minimal SLTA/sederajat
*Pas foto ukuran 3×4 sebanyak 2 lembar
*Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Pasaman
*Sehat jasmani dan rohani
Berkas lamaran dikirimkan langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, beralamat di Jalan Ahmad Yani No. 38, Lubuk Sikaping, dengan tujuan kepada Bidang GTK.
Untuk informasi lebih lanjut, pelamar dapat menghubungi kontak person yang telah disediakan, yakni Eka Ariani, S.E. di nomor 081347502183 dan Ummi Kalsum, S.Pd di nomor 082381601961.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Muslim, S. Pd.,M. Pd., menyampaikan bahwa rekrutmen Guru Tahfidz ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat nagari.
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan Al-Qur’an tidak hanya terpusat di sekolah, tetapi juga tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat,” ujar Muslim.
Ia menambahkan, keberadaan Guru Tahfidz di setiap nagari diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melahirkan generasi yang cinta Al-Qur’an dan berakhlak mulia sebagai fondasi pembangunan Pasaman ke depan,” tambahnya.
(Unc)


