Rivalitas Negara Serumpun, Timnas Indonesia Bertekad Ganyang Malaysia Pada Pra Piala Dunia 5 September 2019
Tim Nasional Indonesia akan jalani laga panas melawan Malaysia (5/9/2019)

2,102 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Centangbiru.com – Rivalitas terus meninggi, perseteruan semakin meningkat. Terkini, laga seru tersaji dalam babak semifinal Piala AFF U-18 antara Malaysia kontra Indonesia kemarin sore (17/8). Lagi, laga dengan tensi tinggi dua Negara yang bertetangga ini dimenangkan Malaysia denga skor 4-3 melalui babak extra time.

Anak asuh Fachri Husaini sedianya ingin memberi kado manis untuk Dirgahayu HUT RI-74. Namun, apa dinyana, ekspetasi kadang tak sesuai kenyataan, Garuda muda U18 kembali tersungkur.

Kesempatan untuk membalas langsung terbuka lebar, yakni pada perhelatan Kualifikasi Piala Dunia 2022 putaran kedua diawal September nanti. Namun Malaysia melalui pelatihnya sudah mengirimkan psy-war ke Timnas Indonesia dengan menyebut tak gentar bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), bahwa Pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe mengingatkan memori final AFF cup Tahun 2010 serta berkata kalau tandang ke Jakarta sama saja seperti ke tempat-tempat lainnya. Tentulah dibalas gertakan halus nan elegan dari Coach Simon Mcmenemy, bahwa Stefano Lilipaly dkk akan jadikan jala gawang Malaysia sasaran empuk yang renyah.

Timnas Indonesia dan Malaysia berada dalam Grup G bersama Vietnam, Thailand, dan Uni Emirates Arab. Dua tim teratas dalam fase grup berhak melaju ke Putaran Ketiga dan lolos langsung ke Piala Asia.

Pada laga pertama, Skuad Garuda sudah akan menjamu Malaysia di SUGBK, 5 September 2019 mendatang.

AFC menerapkan format kandang dan tandang pada putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Tersebar ke dalam delapan grup dan diikuti oleh 40 negara, masing-masing kampiun grup dan empat runner-up akan lolos ke putaran ketiga.

Pada partai pertama, Timnas Indonesia akan meladeni perlawanan Malaysia. Pertandingan tersebut bakal berlangsung pada 5 September 2019 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan.


Soal laga pembuka ini, bukan cuma dalam ranah sepak bola yang panas. Tapi, harga diri negara bisa dibilang bakal dipertaruhkan dalam duel yang rencananya digelar malam hari pukul 19.00 WIB di Stadion kebanggaan tanah air tercinta ini.

Dalam sejarahnya, awal mula sentimen anti-Malaysia sendiri berawal dari hubungan buruk Indonesia dengan negara tersebut di era 1950-an. Hal ini setelah Proklamator Republik Indonesia, Ir Soekarno kesal Pulau Kalimantan ingin direbut Malaysia, hingga mempopulerkan gaung Ganyang Malaysia.

Perseteruan panas itu akhirnya merembet ke ranah sepak bola. Pertama kali, kedua negara bersua di lapangan hijau pada 1957 lalu di Piala Merdeka Hong Kong. Indonesia kala itu sukses menang dalam laga itu dengan skor 4-2. Legenda PSMS Medan, Saari dan Jusron menjadi pahlawan.

Dari situlah, setiap kedua tim bertemu di sepak bola, bukan cuma kemenangan yang dicari, tapi gengsi. Bahkan, ada disetiap hati Supporter kita bahwa lawan malaysia kita harus menang.

“Boleh kalah dari tim manapun di dunia ini, asal tidak dari Malaysia. Kita harus menang lawan Malaysia, Kita Ganyang mereka pada 5 September mendatang, saya sudah tidak sabar dengan laga Timnas Senior. Ayo Garuda !!,” ujar Toni Apria, penggemar setia Timnas Indonesia.

Apalagi, perseteruan itu belakangan juga memanas. Hal tersebut merengsek ke cabang olahraga lain, lebih karena tuduhan kecurangan-kecurangan Malaysia di SEA Games 2017 yang lalu. Mulai dari bendera Indonesia yang tercetak terbalik hingga aksi walk-out tim sepak takraw putri Indonesia dan psy war kedua kubu di media sosial.

Dari rekor pertemuan secara keseluruhan, Indonesia masih memimpin atas Malaysia dalam 68 kali bersua. Indonesia mengamankan 31 kemenangan, 16 imbang, dan 21 kekalahan sejak pertama kali bertemu pada ajang Piala Merdeka 1957 lalu.

Rekor kekalahan dan kemenangan terbesar kedua tim juga tercatat mirip. Indonesia pernah mencukur Malaysia dengan skor telak 6-0 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam pada ajang SEA Games 1999, melalui gol yang dicetak oleh Bambang Pamungkas (2 gol), Rochi Putiray (2 gol), Hariyanto Prasetyo dan Ali Sunan. Sementara Malaysia berhasil membungkam Indonesia dengan skor 7-1 di Kuala Lumpur pada ajang Merdeka Cup 1976.

Sedang, rekor di SEA Games kedua negara berimbang. Indonesia dan malaysia sama-sama meraih tujuh kemenangan, dan sekali imbang sejak SEA Games 1977. So, mampukah pasukan Simon Mcmenemy nanti menjaga harga diri bangsa dan membuat malu kesombongan publik Malaysia atau malah sebaliknya? Patut dinantikan pada 5 September 2019 mendatang.

(Unc)