Mari Bergembira dengan Semangat Tahun Baru, Ingat 23 September 2020 ada Pilkada
2,915 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
Lubuk Sikaping (Centangbiru) – Segala puja-puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan yang maha esa, hari ini Rabu tanggal 1 Januari tahun 2020 kita masih bisa menginjak bumi, bersendawa dan mengopi ceria di belakang Gelora seraya merayakan pergantian kalender baru.
Sebahagian besar masyarakat kita kayaknya sudah tahu berkat smartphone atau baliho dan spanduk di jalanan, bahwa tahun 2020 ini kita berada dalam tahun dimana ada perhelatan pesta rakyat yakni pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang mana ada Pilkada serentak mencakup 270 Daerah se-Indonesia untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati serta memilih Gubernur dan Wakil Gubernur.
Banyak masyarakat yang menganggap tahun 2020 ini adalah tahun politik dan ada juga menanggapinya biasa saja, mungkin karena tidak ada kepentingan langsung atau mungkin sudah kebas akan jargon atau kampanye yang pada nantinya sebatas tagline saja.
Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Pasaman khususnya, aura Pilkada sudah mulai berasa. Senyuman manis atau pura-pura senyum bahkan kepalan tangan pada gambar para Bacalon sudah tampak wara-wiri dijalanan kota sampai kepelosok kampung di Pasaman.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah tidak kesepian lagi kalau jalan malam. Kita sudah banyak teman samping kiri dan kanan untuk sampai ke tujuan, bahkan ada juga nangkringnya dalam semak-semak,” ujar Andri seraya tertawa, selaku warga Pasaman yang kesehariannya
bekerja swasta hingga malam hari.
Para penyelenggara Pilkada, KPU dan Bawaslu sejak Oktober tahun 2019 yang lalu. Mereka sudah mulai menyebarkan informasi serta melakukan sosialisasi di berbagai macam media hingga blusukan ke sekolah-sekolah guna memberitahukan kepada masyarakat akan wawasan kepemiluan serta ajakan untuk memilih pada Pilkada Serentak, pada hari rabu tanggal 23 September 2020 bagi yang mempunyai hak pilih.
Banyak Ota atau bincang di kedai kopi, lopo pasar, maupun kantor sudah membahas seputaran Pilkada. Segenap lapisan masyarakat pun mulai berhati-hati dalam bersikap, melangkah dan berbicara mengeluarkan statement tidak berketentuan. Karena sorotan akan ada dimana-mana, bagi sebahagian orang atau kelompok, jangankan warna baju, jumlah katuak baju, bahkan arah kencing berdiri saja bisa dianggap berpihak kepada salah satu pasangan calon.
Dalam tahapan penyelenggaraan Pilkada, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga sangat berdampak langsung akan keberlangsungan bagaimana hidupnya kedepan. Aturan dari Bawaslu yang belum detail mengatur akan dugaan pelanggaran keterpihakan oleh ASN untuk salah satu pasangan calon, membuat Pilkada rawan akan intrik-intrik politik dan intervensi.
Para Elit politik Pasaman pun sudah mulai menyeruak untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada tahun 2020 ini. Banyak tokoh yang muncul sudah dikenali dan banyak juga wajah-wajah baru yang muncul di beranda facebook maupun di sepanjang jalan.
Kenyataannya, selain berperang kepentingan dan kebutuhan, tentunya dalam setiap penyelenggaraan Pilkada ada terpancar suatu harapan. Harapan dari masyarakat akan suatu perubahan yang lebih baik dalam segala hal dari tahun-tahun sebelumnya, bukan malah menjadi suatu kemunduran ataupun jalan ditempat.
Kalau kita berselancar di internet untuk pencaharian informasi, tertulis bahwa Kabupaten Pasaman adalah daerah paling ujung di bahagian utara Sumatera Barat yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara. Pasaman juga berbatasan dengan Rokan Hulu Provinsi Riau, berbatasan dengan Agam dan Pasaman Barat. Selain potensi alam yang berlimpah ruah, Pasaman juga merupakan daerah yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, tepatnya di Kecamatan Bonjol dan juga merupakan tanah kelahiran pahlawan nasional Tuanku Imam Bonjol. Selain itu, mempunyai ciri khas unik dengan masyarakatnya yang heterogen.
Pasaman yang dahulunya berjaya dengan segala keunggulan, saat ini mulai batuk dan pesakitan. Dibanding Kabupaten lain di Sumatera Barat tentulah kita lihat sudut pandangnya.
Ranah Pasaman Saiyo yang tercinta kedepannya tentu sangat memerlukan sosok pemimpin yang cerdas, tangguh dan pemberani.
Loh kok pemberani, memangnya kita ada perang. Tidak dan tidak seperti itu, maksudnya disinilah adalah kebutuhan akan sosok yang mampu memanagerial, menggebrak dan membangun tatanan untuk kekuatan pasukan yang lebih keratif, inovatif dan transformasi positif.
Upss, kita tidak usah berbicara dengan tata bahasa yang berat-berat bak acara ILC, masyarakat sangat mengharapkan akan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jangan lagi pemimpin membicarakan bagaimana merancang pengelolaan PAD Pasaman, tapi mari berpikir keras akan peningkatan PAD Pasaman. Ingat, PAD kita sudah mulai tertinggal dari daerah-daerah lain di Sumatera Barat. Sekali lagi, Pasaman harus punya leader pemberani yang bekerja nyata meningkatkan PAD Pasaman, bukan dengan retorika visi misi bla bla yang mengambang dan copy paste dari google.
Balik lagi, tentu dengan potensi alam yang berlimpah ruah tentulah Pasaman harus berada ditangan orang yang benar dan bukan orang yang tahu pitih masuk untuk dapurnya semata. Mohon maaf saya dulu, bukan menggurui hanya mengingatkan saja kok bahwa di banyak daerah di Pasaman terdapat banyak harta yang patut dimanfaatkan.
Mari kita awali dengan kata emas, perak dan biji besi. Mulai dari penakiak getah sampai orang korea sana mengetahui akan banyaknya emas yang tertimbun dalam perut di perbukitan Pasaman. Tentu, dengan dalih hutan lindung dan tanah ulayat maka pengelolaan tambang emas urung terjadi. Maka dari itu, Pasaman butuh nahkoda tangguh penantang gelombang badai.
Selanjutnya, Pasaman dengan karakter geografis perbukitan juga punya potensi destinasi wisata baru yang sangat, sangat dan sangat banyak. Contohnya lagi yakni destinasi wisata air terjun dengan konsep ekowisata belum dilakukan pengelolaan yang baik. Konon, banyak investor yang ingin dan tertarik dengan potensi wisata Pasaman. Investor hanya butuh Perda Wisata sebagai kepastian hukum usahanya. Mereka tahu para wisatawan sudah mulai jenuh berkunjung ke Bukittingi akan kesumpekannya, wisatawan butuh destinasi atau wahana dengan kesegaran dan asri seperti yang ada di Pasaman.
Seterusnya, ada juga hal lain yang perlu dibutuhkan ide-ide kreatif yang memajukan ekonomi masyarakat. Contohnya dalam hal perdagangan, apa salahnya dicoba untuk menjadikan Pasaman sebagai daerah pusat grosir. Sebagaimana kita ketahui, banyak para pengusaha-pengusaha dari Sumatera Utara seperti dari Padang Sidempuan hanya lewat saja untuk menuju Bukittinggi.
Semua itu tentu dibutuhkan kombinasi dan kerjasama kuat dari segala element masyarakat, para Legislator juga harus mampu membuat Perda agar adanya kepastian hukum tanpa bertentangan dengan aturan diatasnya. Selain itu, juga dibutuhkan pemimpin yang mampu menempatkan seorang aparatur dengan latar belakang disiplin ilmu yang cocok dan sesuai dengan penempatannya, pokoknya orang-orang dengan professionalisme dan tekad untuk maju.
Beberapa potensi untuk meningkatkan PAD diatas, tentulah banyak di Pasaman ini yang mempunyai SDM terkait bidang-bidang tersebut. Maka merekalah yang wajib mencurahkan pemikirannya untuk hal detail maupun teknisnya bagaimana. Mohon maaflah saya dulu, Saya hanya cuma menyampaikan unek, saran atau apalah namanya.
Sudahlah, tulisan ini sudah terlalu panjang dan menjalar kemana-mana, ntar kesannya saya sok tahu atau ‘sok santiang lo ang mpak e padahal ang ntah apo tido yo rah’. Pada initinya, Marilah kita bersatu padu tanpa terpecah belah oleh hal-hal buruk yang belum valid akan kebenarannya.
Mari saling merangkul dan berpegangan tangan untuk mewujudkan Pilkada tahun 2020 yang sukses, lancar, aman dan damai. Ayo bersama berbondong-bondong datang ke TPS untuk memilih Bupati Pasaman dan Gubernur Sumatera Barat bagi yang sudah mempunyai hak pilih pada tanggal 23 September 2020.
(Unc)


