Duo Bule Perancis, Rela Datang Jauh Hanya ingin Nikmati Keindahan Lubuk Sikaping
Foto: Valerie dan Peter asal Perancis saat menjelajahi rimba Lubuk Sikaping

9,280 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Lubuk Sikaping (Centangbiru) – Keindahan dan keasrian alam Sumatera Barat terutama Kabupaten Pasaman, selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun asing.

Duo bule suami isteri, Peter (48) dan Valerie (55) rela datang jauh-jauh dari negara Perancis, hanya untuk melihat dan merasakan pesona magis alam Lubuk Sikaping, Pasaman.


“Kita dapat informasi dari teman asal Jerman yang pernah kesini dan info Google Map, bahwa hutan lebat dan keasrian alam beserta air terjun yang ada di Lubuk Sikaping sangat menarik untuk dikunjungi,” ungkap Valerie kepada Centangbiru (14/2/2020).

Dari pengakuan Peter dan Valerie, mereka sangat ingin melihat langsung bagaimana indahnya Kota kecil Lubuk Sikaping dengan segala kesejukan serta menikmati kicauan burung dan aneka binatang langka serta varian kupu-kupu.

“Kedatangan kami ke Lubuk Sikaping, awalnya sempat dipertanyakan pihak Hotel dan agen travel di Bukittinggi. Mereka bilang disana tidak ada apa-apa, padahal mereka salah. Disini sangat asri dan sejuk, ada air terjun Caracai di Sungai Pandahan Lubuk Sikaping dan beberapa hutan yang lebat dengan banyak aneka binatang dan kupu-kupu serta tumbuh-tumbuhan yang jarang kami lihat,” terang Valerie dengan dialek English ala Perancis.

Selanjutnya kata Valerie, Lubuk Sikaping memang tidak termasuk daerah favorit untuk kunjungan wisatawan asing, namun inilah yang dia cari. Menurutnya, kesumpekan dan kebisingan Bukittinggi dan Padang membuat dia dan suaminya punya keinginan kuat untuk menikmati liburan ke Lubuk Sikaping.

“Kami datang dari Bukittinggi ke Lubuk Sikaping dengan Bus dan menginap 2 hari di Wisma Pasaman Saiyo. Kami tahu bahwa kota ini sangat aman dan nyaman,” sahut Peter menyambung penjelasan Valerie.

Centangbiru secara khusus diajak oleh Valerie dan Peter menemaninya sekaligus memandu mereka untuk melihat dan merasakan langsung keasrian alam hutan yang ada di Lubuk Sikaping.

“Hari ini kami ingin pergi ke air terjun Murai di Tanjung alai, besoknya (15/2) kami berangkat ke air terjun Caracai Sungai Pandahan,” ujar Valerie yang berasal dari kota kecil di dekat Marseille.

Dalam perjalanan menuju air terjun Murai di Tanjung Alai, Nagari Pauah, duo bule Perancis ini cukup takjub dengan penampakan binatang-binatang khas Sumatera, seperti biawak, baruak (monyet), aneka kupu-kupu dan burung serta pepohonan yang langka.

“Cukup sayang, cuaca hari ini tidak mendukung dan tidak bisa sampai ke air terjun Murai. Namun, sepanjang perjalanan dalam hutan yang asri ini cukup membuat kami bahagia. Semoga besok cuaca bagus untuk bisa sampai ke air terjun caracai sungai pandahan yang magis dan eksotis,” pungkas Valerie.

Setelah pulang dari perjalanan di hutan bayang aia Tanjung Alai, Centangbiru juga berkesempatan mengajak Valerie dan Daniel mencicipi minuman khas minangkabau, yakni Teh Talua di kantin seputaran GOR Lubuk Sikaping.

“Woow yammii, very delicious, I like it and great. Lamak bana, teh ka mujua,” ujar Peter seraya melahap teh talua dengan enjoy.

(Unc)