Renang Bikin Hamil jadi Lelucon Dunia, Anggun C Sasmi Malu: KPAI Go Internasional
Foto: Anggun C Sasmi, Sitti Hikmawaty

1,278 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Centangbiru – Sosok penyanyi kondang yang berhasil membuat harum nama Indonesia di kancah internasional, Anggun Cipta Sasmi turut merasa malu dengan isu ‘renang bikin hamil’ yang juga ramai dibicarakan media internasional.


Pernyataan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitti Hikmawaty bahwa berenang yang bercampur bisa menyebabkan kehamilan menjadi viral dan mendunia.

Pernyataan Sitti Hikmawaty tersebut diberitakan oleh banyak media internasional, termasuk media Inggris, Daily Star.

Berita berjudul “Klaim KPAI, Perempuan Bisa Hamil dari Berenang di Kolam dengan Pria” tersebut diunggah pada Minggu, 23 Februari 2020 waktu setempat.

Dalam berita tersebut, dituliskan bahwa Sitti Hikmawaty didesak untuk mengundurkan diri karena pernyataan kontroversialnya itu.

Selain itu, mereka juga mencantumkan kalimat pernyataan Sitti Hikmawaty saat wawancara yang terekam dalam sebuah video singkat.

Mengetahui berita dari situs kenamaan tersebut, Anggun C Sasmi pun bereaksi.

Dengan me-retweet artikel berita Daily Star tersebut, Anggun C Sasmi memberikan komentarnya.

“KPAI Go International,” cuitnya di akun Twitter pribadinya, @Anggun_Cipta pasa Selasa (25/2/2020).

Sentilan itupun juga direspon oleh penyanyi rap Tanah Air, Iwa K.

Sama seperti Anggun C Sasmi, Iwa K mengaku ikut malu dengan kasus tersebut.

“*ikut malu*” balas Iwa K dengan akun @Iwa_Kusuma diakhiri dengan emoji sedih.

Wanita berusia 45 tahun itu juga setuju bahwa berita tersebut memalukan bagi dirinya.

“Sama,” balas @Anggun_Cipta.

Tak hanya situs berita resmi, situs komedi daring, 9GAG pun menyoroti kasus ‘renang bikin hamil’ tersebut.

Dalam akun Twitter ofisialnya, @9GAG membuat artikel berjudul Komisi Perlindungan Anak Meminta Maaf Usai Mengklaim “Perempuan bisa hamil di kolam renang”.

Dalam keterangan unggahannya 9GAG menyertakan pernyataan Sitti Hikmawaty.

“Dia berkata sperma yang kuat akan bekerja meski tanpa penetrasi,” tulis @9GAG, Rabu (26/2/2020).

Tak ayal warganet Indonesia pun meramaikan trending topic Twitter dengan kata ‘Masuk 9gag’.

Hingga saat ini, ‘Masuk 9gag’ menduduki nomor delapan di jajaran tren Twitter Indonesia.

Pendidikan seks sepertinya masih dianggap tabu di Indonesia.

Padahal, pada kenyataannya pendidikan seks sangatlah penting.

Apalagi dengan maraknya kasus pelecehan seksual di Indonesia.

Pendidikan seks juga seharusnya diberikan sejak dini.

Hal ini bertujuan utuk melindungi anak-anak dari kejahatan seksual yang kadang tidak disadari.

Minimnya pendidikan seks di Indonesia telah membuat banyak pemikiran salah kaprah.

“Saya sering mendapatkan anggapan keliru misalnya, saya ketemu remaja-remaja yang hamil.

‘Dokter kok masih hamil juga? Padahal kan saya setelah melakukan hubungan (sex) saya loncat-loncat, squat jump supaya turun spermanya’. Nah, itu kan salah!” ungkap dokter Boyke Dian Nugraha.

Pemikiran-pemikiran yang seperti inilah yang harus dibenarkan.

Pasalnya, meski sudah melakukan squat jump ataupun melompat-lompat, tetap akan adanya kemungkinan untuk hamil.

Apalagi dengan pernyataan kontroversial mengenai kehamilan di kolam renang oleh seorang komisioner KPAI, rasa-rasanya pendidikan seks memang sangat dibutuhkan.

“Bayangkan, orang sekelas pejabat bisa mengatakan demikian (hamil di kolam), mungkin juga mereka kurang pendidikan seks di masa kecil,” ungkap dokter Boyke.

“Mitos-mitos seperti itu lah yang harus diluruskan,” tambahnya.

Menurutnya, banyak sekali mitos tentang seks yang salah kaprah.

Hal ini disebabkan karena pendidikan seks di Indonesia yang tidak diberikan dengan baik.

Seksolog ini juga mengatakan jika seharusnya pendidikan seks diberikan sedari anak masih berusia dini.

Dan baiknya, dilakukan secara bertahap mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perkuliahan.

Ini dirasa perlu agar anak-anak dapat menjaga kesehatan reproduksinya.

Selain itu, pendidikan seks juga bisa membantu agar kita bertanggung jawab pada diri sendiri atau pun lingkungan.

“Karena dengan mengetahui pendidikan seks, setiap wanita bisa menjaga kesehatan reproduksinya. Bisa mengatakan tidak pada pria-pria yang mencoba merayunya,” ungkap dokter Boyke.

Apalagi dengan pemikiran-pemikiran remaja Indonesia yang banyak menganggap seks adalah bentuk ungkapan cinta.

Sebelumnya diberitakan, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indoensia (KPAI) bidang Kesehatan, Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA), Sitti Hikmawatty, menyatakan perempuan dapat hamil saat berada di kolam renang.

Hal tersebut, dia dapatkan dari jurnal seorang ilmuan dari luar negeri.

“Saya dapat referensi dari jurnal luar negeri,” ucap Hikma saat dihubungi TribunJakarta.com pada Sabtu (22/2/2020) siang.

Hikma tak memastikan secara pasti ihwal perempuan dapat hamil ketika berada di kolam renang.

“Dan itu tidak bisa ditarik kesimpulan langsung seperti itu, ada predisposisi lainnya dulu,” jelas Hikma.

Sebelumnya, Hikma menjelaskan kehamilan dapat terjadi pada perempuan yang sedang berenang di kolam renang.

Itu pun jika berenangnya dengan kaum laki-laki.

Dia menyebut kehamilan yang berindikasi dari kolam renang ini sebagai contoh sentuhan fisik secara tak langsung.

“Pertemuan yang tidak langsung, misalnya, ada sebuah mediasi di kolam renang,” ucap Hikma kepada TribunJakarta.com pada Jumat (21/2/2020) siang.

“Ada jenis sperma tertentu yang sangat kuat, walaupun tidak terjadi penetrasi, tapi ada pria terangsang dan mengeluarkan sperma, dapat berindikasi hamil,” sambung dia.

Terlebih, jika perempuan tersebut berada pada fase kesuburan.

“Kalau perempuannya sedang fase subur, itu bisa saja terjadi,” ucap Hikma.

“Kan tidak ada yang tahu bagaimana pria-pria di kolam renang kalau lihat perempuan,” ujar dia.

Saat ini, Sitti Hikmawaty telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas pernyataannya yang kontroversial tersebut.

Sitti Hikmawaty mengatakan, pernyataan tersebut merupakan pernyataan pribadi dan bukan atas nama lembaga KPAI.

Ia juga mencabut kembali pernyataannya yang viral beberapa hari ini.

(Tribunnews)