Donizar: Kita Harus Waspada Tapi Jangan Ketakutan Berlebihan Akan Covid-19

4,405 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
Agam (Centangbiru) – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Donizar sangat menyayangkan setiap proses pemakaman harus sesuai protokol kesehatan Covid-19.
“Saat ini, dituntut bagi pemangku kebijakan agar bisa mendapat masukan dari tenaga ahli kesehatan tentang tindakan yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan jenazah jika ada masyarakat yang meninggal,” pinta Donizar.
Donizar menyampaikan, jangan karena ketidakpahaman, maka semua yang meninggal dianggap penyebabnya adalah Covid-19. Sehingga menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.
“Parahnya keluarga tidak bisa menyelenggarakan jenazah dengan semestinya,” ungkap Donizar.
Dia juga mengatakan, jangan karena ketidak mengertian, semua yang sakit dianggap terpapar Covid-19 sehingga tidak dilayani dilayanani kesehatan, langsung dirujuk dan akhirnya meninggal dalam perjalanan.
“Hati-hati boleh, tapi jangan menjadi ketakutan, waspada boleh tapi jangan terlalu berlebihan. Kasian kita melihat keluarga yang ditinggalkan, karena dengan proses pemakamkan sesuai protokol kesehatan Covid-19, otomatis keluarga tidak bisa mengikuti proses pemakaman dan lainnya,” tutur Donizar
Donizar juga berharap, semoga kedepannya tenaga medis lebih teliti dalam mengambil keputusan. Kejadian yang sama tidak terulang kembali, sedikit-sedikit dibilang corona.
Keresahan Donizar disebabkan adanya seorang supir kendaraan pengangkut gas elpiji, MP (45), warga Kabupaten Pasaman Barat meninggal mendadak saat sampai di Klinik Mutiara Biru Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam.
MP merupakan warga Katimaha, Kecamatan Pasaman Barat yang meninggal dunia pada Jumat (8/5/2020) sekitar pukul 22.00 WIB ketika dari Padang hendak menuju Pasaman Barat.
Berawal pada Jumat sekitar pukul 21.45 WIB, korban MP sedang mengendarai kendaraannya dari arah Padang menuju Pasaman Barat. Tiba tiba, dia merasa pusing dan langsung berhenti di Klinik Mutiara Biru Tiku. Saat itu, petugas yang sudah memakai Alat Pelindung Diri (APD) melihat korban sesak nafas dan tidak lama kemudian langsung tidak sadarkan diri dan meninggal dunia sehingga kemudian dievakuasi ke RSUD Lubuk Basung.
Pemakaman terhadap jenazah dilakukan sesuai dengan sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Pasaman Barat.
(Unc)


