Sopir Gas Elpiji Negatif Covid-19, Donizar Harap Tenaga Medis Harus Professional dengan SOP yang Jelas
Anggota DPRD Sumbar, Donizar

5,493 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Padang (Centangbiru) -Sopir kendaraan pengangkut gas elpiji, MP (45), warga Kabupaten Pasaman Barat yang meninggal mendadak saat sampai di Klinik Mutiara Biru Nagari Tiku Selatan, Kabupaten Agam. Telah dinyatakan Negatif Covid-19.


Diketahui negatifnya MP, setelah keluarnya hasil uji labor Swab dari pihak Unand Padang.

MP merupakan warga Katimaha, Kecamatan Pasaman Barat yang meninggal dunia pada Jumat (8/5/2020) sekitar pukul 22.00 WIB ketika dari Padang hendak menuju Pasaman Barat.

Menanggapi negatifnya MP dari Covid-19, Anggota DPRD Sumatera Barat, Donizar menyampaikan rasa keprihatinannya akan kesalahpahaman SOP yang diterapkan para petugas medis di Sumbar.

“Kami cukup prihatin dengan ketidaksiapan dan kesalahpahaman para tenaga kesehatan di Sumbar ini. Menengok dari kejadian yang dialami MP, sungguh membuat kita terenyuh. Beliau sakit mendadak dan meninggal, lalu dimakamkan dengan standar pemakaman pasien Covid-19. Ini harus jadi perhatian kita bersama, terutama untuk tenaga medis,” ujar Donizar kepada Centangbiru, (11/5).

Donizar juga mengutarakan, bahwa pada setiap tindakan atau protap dalam menghadapi situasional penyakit kronis dan Covid-19 haruslah jelas dan terperinci.

“Kita dari Komisi V DPRD Sumbar meminta kepada para pemangku kebijakan maupun stakeholder terkait, untuk membuat suatu ketetapan SOP yang jelas dan rinci dalam penanganan kasus maupun kejadian yang terkait Covid-19. Kita sarankan agar sebelum lakukan tindakan, harus terlebih didahulukan semacam rapat pleno,” pinta Donizar.

Donizar sangat menyayangkan setiap proses pemakaman harus sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Saat ini, dituntut bagi pemangku kebijakan agar bisa mendapat masukan dari tenaga ahli kesehatan tentang tindakan yang harus dilakukan dalam penyelenggaraan jenazah jika ada masyarakat yang meninggal,” ujar Donizar, yang menjabat Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumbar.

Bapak tiga anak dari Fraksi PKB ini juga menyampaikan, jangan karena ketidakjelasan serta kerancuan SOP penanganan terhadap suatu kejadian, maka semua yang meninggal dianggap penyebabnya adalah Covid-19. Sehingga menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat.

Lebih lanjut Donizar menuturkan, bahwa Komisi V DPRD Sumbar akan menganggarkan bantuan untuk laboratorium Unand Padang guna memenuhi percepatan penanganan Covid-19 di Sumbar.

“Kita dari Komisi V DPRD Sumbar akan membantu pihak Labor Unand Padang. Anggarannya kisaran 7 Milyar. Seperti kita ketahui bersama, kita masih kekurang alat untuk uji labor. Semoga nantinya bermanfaat dalam penanganan Covid-19 di ranah minang tercinta ini,” ujar Donizar yang merupakan putra asli Lubuk Sikaping.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian MP berawal pada Jumat sekitar pukul 21.45 WIB, korban MP sedang mengendarai kendaraannya dari arah Padang menuju Pasaman Barat. Tiba tiba, dia merasa pusing dan langsung berhenti di Klinik Mutiara Biru Tiku.

Saat itu, petugas yang sudah memakai Alat Pelindung Diri (APD) melihat korban sesak nafas dan tidak lama kemudian langsung tidak sadarkan diri dan meninggal dunia sehingga kemudian dievakuasi ke RSUD Lubuk Basung.

Pemakaman terhadap jenazah dilakukan sesuai dengan sesuai protokol kesehatan Covid-19 di Pasaman Barat.

(Unc)