Peduli dan Aktif, Haryadi Sedih Setelah Dinyatakan Positif Covid-19 dan 5 Bulan Tidak Jumpa Anak Isteri

9,375 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
Lubuk Sikaping (Centangbiru) – Kesedihan dan kegundahan tampak dari raut muka Haryadi (37), yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman, setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Sebelumnya ia mengikuti Swab test di Puskesmas Sundata yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman, (18/6/20).
Hasil positif terinfeksi Covid 19 ini, diketahui setelah keluarnya hasil pemeriksaan laboratorium pusat diagnostik dan riset penyakit infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, Minggu (21/6/20).
“Saya juga tidak menduga hasilnya bakal seperti itu, meski tidak ada mengalami gejala dan kondisi sehat-sehat saja serta fisik dalam keadaan bugar,” ujar Haryadi kepada Centangbiru, Senin (22/6/20).
Sebelum dinyatakan positif terinfeksi virus corona, Haryadi yang sehari-harinya selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Lubuk Sikaping ini, ikut berperan aktif bekerja memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Pasaman.
Melalui aksi sosialisasi terapkan pola hidup sehat dengan mengedukasi warga memakai masker, bahkan tidak melalui belakang meja saja, juga melalui peran aktif turun ke pasar-pasar. Haryadi ikut aktif terjun langsung ke pasar-pasar tradisional yang ada di Pasaman.
Dengan dinyatakan positif terinfeksi Covid 19, kini Haryadi harus mengikuti isolasi secara mandiri.
“Ya, kita harus menghormati hasil test ini, meskipun tidak mengalami gejala-gejala apapun,” ujar Haryadi dengan sedih.
Menurut Haryadi, setelah dirinya dinyatakan Covid, dia menghormati dan mematuhi aturan dan ketentuan protokol penanaganan pasien Covid.
“Tidak usah dirawat di RS, isolasi mandiri saja di rumah, kalaupun ada kendala atau dirasakan ada yang sakit, segera dilaporkan kepada teman-teman kesehatan,” terang Haryadi.
Berawal Ikut SWAB Mau Temui Anak Istri di Jawa
Haryadi mengikuti SWAB bukanlah karena mengalami gejala-gejala sakit sebelumnya, Haryadi sengaja ikut Swab ke Puskesmas Sundata sebelumnya karena mendapat informasi bahwa sedang dilakukan test swab massal oleh dinas kesehatan tentang covid kepada warga.
“Berhubung PSBB Transisi di Jakarta akan segera berakhir, guna melengkapi syarat administrasi penerbangan, ingin memastikan diri ini sehat, eh taunya hasilnya Positif,” gumam Haryadi.
Haryadi sebelumnya tidak pernah menduga, bahkan tidak akan merasa jika hasilnya positif. Sebab sehari harinya Haryadi terlihat bugar dan sehat sehat saja.
“Sudah berharap bisa ketemu anak-anak dan istri, apa boleh buat hasilnya begitu,” tambah Yadi.
Menurut Haryadi, dirinya terpaksa menunda lagi setelah hampir 5 bulan tak ketemu anak istri.
Haryadi juga menjelaskan, akan mematuhi semua himbauan pihak kesehatan dan Gugus Tugas Covid 19, dirinya memilih untuk karantina mandiri.
“Ya, meski tidak sakit apa-apa, saya harus isolasi dulu, menjaga diri dan beristirahat serta mengatur asupan gizi. Semoga Allah melindungi kita semua,” harap Haryadi.
Haryadi berharap, dengan kejadian yang menimpa dirinya, ia menghimbau semua pihak agar tetap selalu waspada, selalu siaga menjaga kesehatan diri setiap hari, memakai masker, menjaga jarak aman dan mematuhi protokol kesehatan yang dihimbau oleh Pemerintah.
Dia juga berharap doa semua pihak semoga dirinya kuat menghadapi dan tidak terjadi apa apa.
(Unc)


