Robert Lewandowski Pemain Terbaik Dunia 2020, Dulu Diremehkan Kini Terhebat

3,975 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini
Centangbiru – Pemain Bayern Munchen, Robert Lewandowski menyabet penghargaan Pemain Terbaik FIFA 2020. Dia merasa sangat senang karena disejajarkan dengan Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Juventus).
Lewandowski bersaing dengan kedua GOAT (Greatest of All Time) itu untuk meraih gelar Pemain Terbaik FIFA 2020. Setelah pemungutan suara selesai dilakukan, penyerang berusia 32 tahun itu keluar sebagai pemenang dengan meraih 52 poin.
Kapten Timnas Polandia itu unggul 14 poin dari Ronaldo. Sementara , Messi di posisi ketiga dengan 35 poin.
“Ini benar-benar sesuatu spesial. Messi dan Ronaldo telah bermain di level tertinggi selama bertahun-tahun dan sekarang saya sejajar dengan mereka,” kata Lewandowski.
Lewandowski bekerja sangat keras untuk menjadi Pemain Terbaik FIFA 2020 dengan membantu Fc Bayern Munchen berjaya pada musim 2019/2020. Dia berperan penting dalam kesuksesan Bayern meraih treble winner dengan menjuarai Bundesliga Jerman, DFB-Pokal, dan Liga Champions.
Prestasi luar biasa itu mengantarkan Lewandowski ke posisinya sekarang. Namun, dia tidak mau jumawa karena pencapaian ini bukan hasil keringatnya sendiri. Mantan pemain Borussia Dortmund itu menegaskan keberhasilannya berkat bantuan tim.
“Ini berarti, bahwa semua kerja keras selama ini telah terbayar. Saya tidak akan mencapai ini tanpa tim. Merekalah yang menciptakan situasi ini untuk saya,”ujarnya, mengutip dari laman resmi FIFA.
Lewandowski dari dulu pas diawal karir selalu diremehkan. Lewat jalan panjang dan berliku, kini dirinya meraih kesuksesan di level tertinggi.
Musim 2019/2020 lalu, Robert Lewandowski adalah bintangnya Bayern Munchen. Pemain asal Polandia itu mempersembahkan gelar Bundesliga, DFB-Pokal, dan Liga Champions. Awal musim ini, dia juga mampu meraih titel Piala Super Jerman dan Piala Super Eropa.
BBC merangkum cerita perjalanan Robert Lewandowski yang bak from zero to hero. Seperti pesepakbola yang sukses lainnya, Lewandowski meraih banyak piala dan penghargaan individu lewat jalan yang tak mudah.
Di usia 17 tahun pada tahun 2005, sang ayah Krzysztof yang merupakan seorang juara Eropa di bidang judo meninggal dunia. Lewandowski begitu terpukul.
Apalagi, kala itu Lewandowski baru pindah dari Delta Warsawa, tim kecil di divisi keempat kompetisi sepakbola Polandia ke tim raksasa Legia. Secercah harapan muncul untuk bisa membuktikan dirinya sebagai pemain muda yang berpotensi, meski harus dimulai dari menghangatkan bangku cadangan.
Sayangnya, Tuhan punya rencana lain. Lewandowski justru terpapar cedera lutut di sesi latihan. Itu membuatnya absen cukup lama, sehingga Legia tidak memasukan nama Lewandowski dalam rencananya.
Lewa, sapaan akrabnya begitu terpukul. Bahkan, dirinya sempat tidak mau makan. Sang ibu, Iwona terus-menerus menyemangatinya dan setia membantunya.
Beberapa waktu kemudian, Lewandowski menerima panggilan dari klub divisi tiga Polandia, Znicz Pruszkow. Lewandowski pun diboyong dengan harga cuma 1.110 euro atau setara Rp 19 juta dan digaji 254 euro per bulan atau setara Rp 4,3 juta saja.
Lewandowski sempat diremehkan, tapi dirinya terus bekerja keras. Musim pertamanya, Lewandowski mampu mencetak 15 gol dan membawa Znicz Pruszkow promosi ke divisi dua.
Musim 2007/2008, Lewandowski lebih ‘meledak’ lagi. Di bawah asuhan pelatih Jacek Grembocki, Lewandowski terus berkembang yang mampu mencetak 21 gol dari 32 laga.
“Lewandowski adalah talenta besar. Dia pekerja keras, pantang menyerah, teknik bermain yang bagus, dan larinya kencang,” ujar Jacek Grembocki.
Jacek Grembocki pun tak habis pikir, mengapa Legia sampai melepas Robert Lewandowski.
“Legia melakukan kesalahan besar. Mereka merasa sudah punya cukup striker bagus dan melepas Robert Lewandowski,” tegasnya.
Sayangnya, Znicz Pruszkow di musim tersebut harus kembali turun kasta. Lewandoski yang sudah mencuri perhatian kembali didekati Legia.
Tapi di akhir bursa transfer pemain, Legia malah membeli Mikel Arruabarrena dari CD Tenerife karena dinilai lebih matang. Lewandowski pun akhirnya dipinang oleh Lech Poznan, rivalnya Legia di Liga Polandia.
Di Lech Poznan, Robert Lewandowski makin cemerlang. Dari 30 laga di musim pertamanya, Lewandowski mampu mencetak 14 gol dari 30 laga. Di musim keduanya bertambah, bikin 18 gol dari 28 laga.
Sementara Mikel Arruabarrena di Legia, malah seret gol. Lewandowski juga sukses mempersembahkan juara Liga Polandia, Piala Polandia, dan Piala Super Polandia. Dia menjadi topskor klub.
Selama memperkuat Lech Poznan dari tahun 2008 sampai 2010, Robert Lewandowski mampu mencetak 41 gol dari 82 laga di seluruh kompetisi. Klub raksasa Jerman, Borussia Dortmund pun tergiur lalu menimangnya.
Di bawah asuhan pelatih Juergen Klopp, Lewandowski kerap ‘diutak-atik’. Klopp bereksperimen dengan menempatkannya di pos pennyerang sayap. Alhasil, Lewandowski cuma bikin delapan gol dari 33 laga di Bundesliga.
Musim berikutnya, Juergen Klopp mengembalikan Robert Lewandowski di posisi aslinya sebagai penyerang tengah. Hasilnya, sungguh amat memuaskan!. Robert Lewandowski bisa bikin 22 gol dari 34 laga.
Lewandowski pun menjadi striker utama di Dortmund dan tidak tergantikan.
103 Gol dicetaknya dari 187 penampilan di seluruh kompetisi. Titel dua Bundesliga, Piala Super Jerman, dan DFB-Pokal mampu diraihnya.
Kontrak Robert Lewandowski habis di tahun 2014. Kemudian, dirinya bergabung secara cuma-cuma ke Bayern Munchen (yang disebut fans Dortmund sebagai penghianat).
Di Bayern Munchen, Robert Lewandowski semakin berjaya lagi. Empat kali dirinya jadi top skor Bundesliga! Koleksi trofinya makin bertambah dengan enam titel Bundesliga, tiga DFB-Pokal, empat kali juara Piala Super Jerman, dan sekali juara Liga Champions.
Sejauh ini dari 306 kali penampilan di seluruh kompetisi, Lewandowski mampu mencetak 264 gol dan 62 assist. Mantap betul bukan, luar biasa.
Tahun 2020 ini, Robert Lewandowski akhirnya meraih penghargaan individu di level tertinggi. Dia meraih pemain terbaik UEFA dan pemain terbaik FIFA.
Robert Lewandowski tentu senang bukan main. Lewat media sosial Instagram, dia mem-posting foto dirinya memegang titel FIFA Award 2020.
Dalam caption-nya, Lewandowski menumpahkan perasaannya. Diawali dari mimpi, menjadi pesepakbola hebat seperti Thierry Henry.
“Sejak kecil dulu, saya selalu terinspirasi dari Thierry Henry. Saya mengaguminya, gaya permainannya, kecemerlangan teknisnya, gol-gol hebatnya, dan kesuksesan yang dia raih pada level individu dan untuk klub serta negaranya. Saya bermimpi mencapai level itu,” tulis Lewandowski.
Robert Lewandowski juga mengagumi dua pesepakbola terbaik saat ini yang dikalahkannya dalam FIFA Award 2020. Mereka adalah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, yang juga membuat dirinya terus termotivasi.
“Sebagai pesepakbola profesional, saya beruntung bisa menyaksikan secara langsung pencapaian dua pemain terhebat dalam dekade terakhir, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi,” tulisnya.
“Kami sering berkompetisi di lapangan yang sama, tetapi mereka lebih banyak memenangi trofi dan penghargaan lainnya. Keberhasilan dan konsistensi mereka memotivasi saya untuk mencapai level itu,” lanjutnya.
Terakhir, tentu Robert Lewandowski juga mengucapkan terimaksih kepada timnya Bayern Munchen, Timnas Polandia dan sang istri, Anna Lewandowska.
“Tapi, tidak ada pemain yang bisa memenangi penghargaan individu tanpa tim terkuat di belakangnya. Saya berterimakasih kepada Bayern Munchen atas apa yang mereka berikan dan rekan-rekan di Timnas Polandia,” tulis Lewandowski.
“Terimakasih juga kepada istri saya, Anna Lewandowska dan keluarga serta teman-teman atas semua dukungan dan cinta yang menjadi pondasi terkuat saya,” tutupnya.
Kalau dulu gaji Lewandowski cuma Rp 4,3 juta per bulan, kini sudah berkali-kali lipatnya. Lewandowski digaji sekitar Rp 28 miliar per bulan oleh Bayern Munchen.
“Dulu dia adalah pemain yang sangat kurus dan sempat diremehkan orang-orang. Tapi, dia punya semangat besar dan tidak pernah takut dengan bek manapun,” kenang rekan Lewandowski di Lech Poznan, Bartosz Bosacki.
Maka kini, tidak akan ada lagi yang meremehkanmu, ‘Robert Lewangoalski’!! TOR TOR TOOOOR TOOOOOORR Robeeeerrrttt LEWANDOWSSSKIIIII !!!.
(detik/unc/fifa/bundesliga/ig)


