Wabup Madina, Atika Azmi Jadi Wabup Termuda-Lajang Pertama di RI
Wabup Madina, Atika Azmi Utammi Nasution

1,337 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Jakarta (Centangbiru) – Zaman sekarang, memimpin suatu daerah tidak hanya bisa dilakukan oleh kaum pria saja. Namun, sudah semakin banyak kaum perempuan yang menduduki kursi-kursi pemerintahan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Seperti yang dilakukan oleh perempuan asal Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) bernama Atika Azmi Utami Nasution. Perempuan kelahiran Kotanopan, Madina, pada 1 Desember 1993 ini merupakan Wakil Bupati perempuan termuda di Indonesia saat ini.

Terkini, Wakil Bupati Mandailing Natal, Sumatera Utara tersebut, Atika Azmi Utammi Nasution mendapatkan dua rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri). Atika mendapat rekor sebagai perempuan termuda dan perempuan masih lajang pertama yang menjadi wakil bupati.

“Saya dianugerahi rekor Muri sebagai perempuan lajang pertama yang menjabat wakil bupati dan wakil bupati perempuan termuda di Indonesia,” kata Atika kepada wartawan, Sabtu (14/8/2021).

Atika menjadi Wakil Bupati Madina mendampingi Bupati Madina Jakfar Sukhairi Nasution. Dia dilantik menjadi wakil bupati pada usia 27 tahun.

Atika merupakan lulusan Master of Finance dari University of New South Wales, Australia, pada 2017. Setelah lulus, Atika sempat berjualan di Kota Medan sebelum akhirnya kembali ke Madina dan terjun ke dunia politik.

Kembali ke rekor Muri, Atika mengatakan rekor yang didapatnya menjadi motivasi untuk membangun Madina. Menurutnya, rekor ini tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan kinerja yang baik.

“Saya jadikan ini motivasi. Rekor ini bukan tujuan utama, tetapi sebagai pengingat akan responsibilitas, dorongan untuk saya berinovasi dalam pembangunan daerah yang kami pimpin. Tentu rekor ini akan dengan sendirinya pudar apabila tidak diimbangi dengan perubahan berarti,” tuturnya.

Atika kemudian bercerita awal mula dirinya terjun ke dunia politik. Dia mengatakan masuk ke dunia politik untuk membantu masyarakat keluar dari masalah perekonomian.

“Saya kembali (dari Australia) untuk menjaga orang tua, di mana untuk berkembang saya buka usaha kecil-kecilan. Sembari berusaha, saya merasakan rendahnya daya beli, perilaku konsumtif masih membudaya dan daya saing tidak tumbuh dalam hal pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya manusia,” ucap Atika.

“Atas dasar ini, timbul keinginan membantu masyarakat luas untuk keluar dari pelik masalah perekonomian. Tentu jalan tercepat dan terefektif adalah melalui kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Di sini adalah titik nol saya sebagai politisi,” tambahnya.

Atika mengatakan saat ini dia bersama Bupati sedang fokus mempersiapkan program untuk masuk ke Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD). Selain itu, Atika mengatakan pihaknya sedang membenahi birokrasi di Mandailing Natal.

Atika meminta kepada generasi muda agar berani masuk ke dunia politik. Menurutnya, usia dan jenis kelamin tidak menjadi penghalang untuk masuk sebagai politikus.

“Gender dan usia bukanlah obstacle (kendala). Maju saja selama keyakinan lebih besar dari keraguan,” jelasnya.

(detik/haf)