UPDATE: Kondisi Terkini Malampah, Kecamatan Tigo Nagari Pasaman

3,218 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini
Malampah (Centangbiru) – Berdasarkan data dari BPBD Pasaman, berikut ini kondisi terkini di daerah Malampah, Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman, pasca bencana gempa.
Pengungsi tercatat 4407 orang (1047 KK), dan masih ada kampung yang belum terdata, yakni ladang Rimbo, Guguang dan lain-lain. Kemungkinan pengungsi mencapai 5.000 jiwa.
Korban meninggal dunia sebanyak 6 orang, (lima korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan rumah, 1 orang akibat hanyut dihantam air bah bercampur tanah, batu dan kayu). Korban ditemukan Sabtu (26/2) atau H+2 pasca gempa.
Korban luka berat 5 orang dan luka ringan 36 orang. Luka berat dirujuk ke RSUD Jambak, Simpang Ampek, Pasaman Barat dan luka ringan diobati di Puskesmas Ladang Panjang, Kecamatan Tigo Nagari.
Pencarian 5 orang hilang masih terus dilanjutkan oleh tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, BPBD dan unsur masyarakat serta di backup anjing pelacak Polda Sumbar.
Suasana Malampah masih mencekam, akibat masih sering terjadi gempa susulan dan banyaknya issue beredar akan terjadi galodo dan banjir.
Kondisi di pengungsian terbilang normal, pendistribusian bantuan dan suplai air bersih mulai tertib, dan umumnya pengungsi dalam keadaan sehat.
Pos kesehatan dan dapur umum sudah berdiri di beberapa lokasi.
Kebutuhan tenda pengungsi 1.500 set dan hari ini tiba 1.500 tenda berbagai jenis dan ukuran, bantuan dari Kementerian Sosial RI.
Saat ini, prioritas kebutuhan di tempat pengungsian berupa MCK dan sarana air bersih. Saat ini, air bersih didistribusikan dengan mobil tangki PDAM dan Mobil Tangki BPBD. Pemda Pasaman segera membangun MCK darurat di tempat-tempat pengungsian, sesuai kebutuhan, disertai pembuatan sumur bor.
Bantuan sudah berdatangan dari berbagai unsur; institusi pemerintah, Polri, TNI, pihak swasta, kelompok masyarakat, Ormas, Partai Politik, Anggota DPR RI, DPRD, Organisasi Primordial/Paguyuban, Perorangan dan Perantau Pasaman dan dari unsur lainnya.
Jenis bantuan berupa bahan makanan, tenda, selimut/kain sarung, pakaian bayi, kasur berbagai model dan ukuran, uang tunai, dan bentuk lainnya.
Dalam pendistribusian dan penyaluran bantuan akan di koordinir secara tertib, karena masa atau waktu pengungsian diperkirakan ‘memakan’ waktu panjang dan lama, hingga terbagun kembali rumah-rumah warga di lokasi semula dan berdirinya perumahan di lokasi baru (relokasi), bagi korban yang lokasi rumahnya berada di jalur rawan bencana.
Rumah rusak berat adalah tanggung jawab BNPB pusat, rusak sedang oleh Provinsi Sumbar dan rusak ringan ditanggungjawabi Pemda Kabupaten Pasaman.
Hingga H+3 (27/2/2022), masih ada perkampungan yang belum terdata, khusus lokasi yang jauh di perbukitan, namun sebagian besar warganya sudah mengungsi ke kampung lain.
Bantuan ada yang disalurkan ke posko induk di Kantor Camat Tigo Nagari dan Posko Kantor Wali Nagari Malampah, dan ada yang langsung diantar ke lokasi pengungsian.
Ada hal keliru yang terjadi pasca gempa Pasaman dan Pasaman Barat, yakni bantuan dan perhatian penanganan sebagian pihak, termasuk petinggi negara dan TNI, seperti halnya kunjungan Menteri PU dan KASAD, hanya semata tertuju ke Pasaman Barat, tanpa meninjau lokasi bencana di Kabupaten Pasaman.
Sementara jumlah korban jiwa lebih banyak di Malampah Kabupaten Pasaman, dan dampak kerusakan pun lebih dahsyat di Malampah, Pasaman.
Duka Malampah, duka kita bersama. Mari salurkan bantuan dan donasi Anda, buat Saudara-Saudara kita di Malampah. Salam Kemanusiaan.
(HumasKominfoPasaman/BH)


