Keistimewaan Bulan Ramadhan Yang Sungguh Luar Biasa
Islamic Center Pasaman (IG@g2nt_art_space/GentaHarmain)

4,038 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Assalamualaikum – Marhaban ya Ramadhan, dengan kerendahan hati, Kami segenap Keluarga Besar Centangbiru mengucapkan selamat Menjalankan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan 1442 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

Semoga kita semua diberikan kesehatan, tawadhu’ dalam iman dan ibadah di Bulan Ramadhan kita diterima Allah SWT, serta kita menjadi orang-orang yang bertaqwa.
Aamiin.

Wassalam
Centangbiru dan segenap Crew
Centangbiru Mediatama

Besok (13/4/2021), seluruh umat muslim di dunia akan mulai melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Di bulan Ramadhan, umat muslim diwajibkan untuk berpuasa dari terbit matahari hingga terbenamnya matahari.
Kewajiban puasa di bulan Ramadhan sendiri terdapat dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 183.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa umat Islam mendapatkan lima keistimewaan dengan datangnya bulan Ramadhan sebagaimana beliau tegaskan berikut ini.
“Di bulan Ramadhan umatku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya.”

Kelima keistimewaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bau mulut orang berpuasa di hadapan Allah lebih baik
“Bau mulut orang yang berpuasa di hadapan Allah lebih baik dari pada minyak misik.”
Bau mulut menjadi hal yang umum terjadi saat seseorang menjalani puasa. Meski begitu, perlu disadari bahwa bau mulut litu sesungguhnya memiliki hikmah atau manfaat tertentu.

Dengan bau seperti itu orang yang berpuasa akan cenderung lebih banyak diam dari pada bicara yang tidak perlu. Apalagi berkata jorok atau misuh-misuh, jelas hal seperti itu sangat tidak pantas keluar dari mulut orang yang berpuasa karena hanya akan mengurangi kualitas ibadah puasanya.

2. Diberi Ampunan
“Orang-orang yang berpuasa semuanya dimintakan ampunan oleh para malaikat hingga mereka berbuka.”

Keistimewaan kedua ini, menjadi keuntungan besar bagi orang-orang yang berpuasa. Kita semua tahu bahwa malaikat adalah makhluk yang tak kenal maksiat kepada Allah sehingga doa-donya mudah dikabulkan. Para malaikat itu dari saat imsak hingga berbuka senantiasa memintakan ampunan kepada Allah agar orang-orang berpuasa diampuni dosa-dosanya.

3. Berlomba-lomba dalam Kebaikan.
“Di bulan ini para setan dibelenggu yang semuanya tidak bisa lepas seperti di bulan lainnya.”
Bulan Ramadhan membuat kita semangat untuk beribadah meningkat dibandingkan dengan di bulan-bulan biasanya.
Hal ini terjadi karena setan-setan dibelenggu hingga selesainya Ramadhan. Dengan dibelenggunya setan-setan di bulan Ramadhan, maka secara teori setidaknya kemaksiatan bisa ditekan serendah-rendahnya.

4. Jaminan Syurga Bagi Yang Berpuasa di Bulan Ramadhan.

“Setiap hari di bulan Ramadhan Allah memperindah surga untuk orang-orang yang berpuasa”
Kemudian Allah berfirman: “Para hamba-Ku yang melakukan puasa hampir menemukan hasil dan jerih payahnya hingga sampai kepadamu (wahai surga).”

Kepada surga Allah berfirman, “Para hamba-Ku yang berpuasa hampir menemukan hasil dari jerih payahnya hingga sampai kepadamu.”

Kalimat tersebut mengandung arti bahwa tak ada balasan bagi orang-orang berpuasa kecuali surga, karena ibadah puasa memang untuk Allah sehingga Allah sendiri yang akan membalasnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari:
“Semua amal manusia adalah miliknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya.”

5. Lailatul Qadr
“Dan di akhir malam bulan Ramadhan Allah memberikan ampunan. Kemudian Rasulullah. ditanya apakah itu malam Lailatul Qodar? Beliau. menjawab: “Bukan, hanya saja bagi orang yang beramal maka akan mendapatkan pahala ketika sudah usai mengerjakannya
Lailatul qadar adalah satu hal dan ampunan Allah pada setiap akhir malam di bulan Ramadhan merupakan hal lainnya. Artinya Orang-orang berpuasa berhak mendapatkan ampunan sebagai imbalan ibadahnya kepada Allah. Sedangkan Lailatul qadar diberikan kepada orang-orang tertentu sesuai dengan pilihan Allah sendiri. (TasyaParamita/IsraBerlian/Viva)