Sirkuit Mandalika Siap Gelar MotoGP 2022, Joan Mir dan Alex Rins Tak Sabar Tampil Di Depan 100 Ribu Penonton

2,268 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini
Lombok (Centangbiru) – Rakyat Indonesia dibawah Presiden Joko Widodo pantas berbangga hati, setelah sukses dengan pelaksanaan gelaran SuperBike pada 2021, Sirkuit Mandalika siap menggelar perhelatan akbar MotoGP pada Maret 2022.
Para pembalap MotoGP akan segera merasakan langsung aspal Sirkuit Mandalika, Indonesia, saat tes pramusim 2022 dilaksanakan pada 11-13 Februari 2022 mendatang. Para rider kelas dunia itu pun sangat antusias menyambut sirkuit baru di kalender MotoGP tersebut, termasuk dua pembalap Suzuki Ecstar, yakni Joan Mir dan Alex Rins.
Bagi Rins, balapan di Sirkuit Mandalika mungkin akan menjadi salah satu seri yang akan paling dinantikan. Sebab mereka sadar bahwa penggemar mereka di Tanah Air sangatlah banyak.
Pendukung Suzuki terbilang besar di Indonesia dan hal itu membuat Rins semakin antusias balapan di sirkuit yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut. Selain faktor dukungan, Rins juga mengagumi tata letak dari Sirkuit Mandalika.
Rins kagum dengan tata letak Sirkuit Mandalika yang sangat baik. Apalagi semua itu dibangun dari nol, jadi ia semakin kagum dengan proses pembuatan sirkuit berstandar internasional tersebut.
Dengan berbagai alasan itulah Rins semakin tidak sabar menjalani tes pramusim dan balapan MotoGP Indonesia 2022. Seri Indonesia akan menjadi balapan kedua di MotoGP 2022, tepatnya kan berlangsung pada 20 Maret 2022.
“Sirkuit Mandalika adalah hal yang baik untuk kami (Rins dan Mir) serta tim Suzuki Ecstar, karena kami memiliki banyak fans dari Indonesia. Kami juga sangat tertarik dengan Sirkuit Mandalika yang dibangun dari nol serta memiliki tata letak yang baik. Saya sudah sangat ingin tampil di sna,” jelas Rins, dalam sebuah jumpa pers virtual, Jumat (4/2/2022).
Mir sendiri sepakat dengan Rins bahwa tata letak Sirkuit Mandalika sangat luar biasa. Namun, hal yang dikagumi Mir akan Sirkuit Mandalika adalah lokasi treknya yang berada di pinggir pantai, yang otomatis menambah keindahan trek tersebut.
Saya antusias balapan di Sirkuti Mandalika. Hal itu karena sirkuit ini dibangun di dekat pantai dan diciptakan dari nol. Seperti kata Rins, pendukung kami di Indonesia sangatlah luar biasa,” sambung Mir.
Menarik tentunya melihat para aksi pembalap kelas dunia akhirnya kembali balapan di Indonesia. Indonesia kini ikut ambil bagian dalam menyukseskan ajang balap MotoGP.
(Okesport/RNR)
Penonton Dibatasi 100 Ribu Orang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menerbitkan aturan terkait penyelenggaraan Mandalika MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Aturan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 8 Tahun 2022 terkait pencegahan dan penanggulangan COVID-19 pada penyelenggaraan Mandalika MotoGP di Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit. Adapun tujuan penerbitan aturan ini demi mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 dan berlaku hingga 21 Maret mendatang.
Terdapat sejumlah aturan yang harus ditaati. Salah satunya adalah terkait jumlah penonton yang hadir.
“Pembatasan jumlah penonton paling banyak 100 ribu orang dengan kapasitas paling banyak 10 persen untuk kelas festival,” kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Safrizal ZA dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 5 Februari.
Selain itu, mereka yang hadir harus divaksin lengkap dan wajib menunjukkan hasil tes COVID-19. Bagi penonton dari luar Pulau Lombok, mereka diwajibkan membawa hasil negatif PCR swab test H-1. Sementara yang berasal dari pulau tersebut, wajib menunjukkan sertifikat vaksin dan hasil negatif PCR 2×24 jam atau test antigen 1×24 jam.
Kewajiban ini, sambung Safrizal, juga berlaku bagi seluruh pembalap, kru, dan official.
“Seluruh pembalap, crew, dan official wajib mendapatkan vaksinasi duakali dan wajib membawa hasil PCR Swab Test negative sebelum kedatangan (H-1) dan melakukan PCR swab test pada saat mereka tiba di Lombok,” tegasnya.
“Hal ini sebagai bentuk pencegahan dan pengendalian yang harus dilakukan oleh seluruh pihak agar event internasional ini dapat berlangsung dengan baik,” imbuh Safrizal.
Dalam Inmendagri itu, pemerintah daerah diminta melakukan pengawasan dan penegakan yang bersifat persuasif. Terutama mengawasi agar tidak ada kegiatan nonton bareng atau nobar di luar sirkuit untuk mencegah terjadinya kerumunan.
“Masyarakat agar tetap mematuhi protokol Kesehatan yang salah satu caranya adalah tidak memasang tenda untuk nonton bareng, nobar di luar sirkuit untuk mencegah terjadinya kerumunan,” ujar Safrizal.
Tak hanya itu, pemda juga diharuskan untuk mengebut pemberian vaksin COVID-19 terhadap warganya hingga mencapai angka 80 persen untuk dosis pertama dan kedua. “Serta melakukan akselerasi dosis lanjutan atau booster paling lambat H-1 minggu sebelum penyelenggaraan MotoGP Mandalika,” pungkasnya.


