Donizar: Turut Berduka Atas Musibah Gempa Di Pasaman Barat dan Pasaman
2,315 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini
Pasaman (Centangbiru) – Gempa Magnitudo 6,2 mengguncang Kabupaten Pasaman barat, Sumatera Barat, gempa ini juga berdampak di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Jumat pagi, (25/2/2022).
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Donizar menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah gempa yang terjadi di Pasaman Barat dan Pasaman. Ia juga mengimbau warga untuk tetap senantiasa waspada karena masih ada kemungkinan terjadinya gempa susulan.
“Subhanallah, Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roojiun. Turut berduka dengan musibah gempa yang berpusat 10 km timur laut di Kabupaten Pasaman Barat. Kepada semua dunsanak, famili dan keluarga yang terkena dampak gempa berupa harta, jiwa maupun psikis, Semoga tetap kuat dan tabah, Insya Allah kita bisa ambil hikmah atas musibah ini,” ujar Donizar kepada Centangbiru, (25/2).
Ia mengimbau kepada Masyarakat untuk tetap tenang dan saling bantu membantu mengatasi bencana ini.
Donizar mengingatkan, apabila terjadi gempa susulan masyarakat diminta untuk keluar rumah mencegah tertimpa bangunan yang telah rusak karena gempa.
Donizar juga telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, supaya cepat menanggulangi serta melakukan persiapan dalam upaya penanggulangan musibah gempa tersebut.
“Kita juga telah berkoordinasi dengan Ketua DPC PKB Kabupaten Pasaman Barat, Yulhendri, Dt Putiah yang juga Anggota DPRD Fraksi PKB Pasaman Barat dan Ketua DPC Pasaman, Jusran yang juga Anggota DPRD Fraksi PKB Pasaman, guna membantu korban gempa dengan mendirikan posko relawan di daerah tersebut,” ungkap Donizar.
Daerah terparah yang mengalami kerusakan yaitu Nagari Kajai di Kecamatan Talamau dan Nagari Kinali, di Pasaman Barat.
Saat ini, BPBD telah berada di lokasi yang paling parah untuk melakukan evakuasi dan penanganan lebih lanjut serta mengambil langkah yang diperlukan.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa yang berlokasi di 0.15 derajat Lintang Utara, 99.98 derajat Bujur Timur pada kedalaman 10 km itu tidak berpotensi tsunami.
Sementara, di Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman, akibat gempa tersebut mengakibatkan banyak bangunan dan rumah warga yang roboh.
Sebanyak 32 orang dilaporkan menjadi korban reruntuhan material bangunan.
Kepala Puskesmas Ladang Panjang, Ismail, S.Kep kepada awak media, mengatakan 4 orang diantaranya meninggal dunia.
“Total korban yang kami tangani di Puskesmas Ladang Panjang sebanyak 32 orang. 4 orang diantaranya meninggal dunia, dengan rincian 1 anak-anak, 1 orang remaja dan dua orang lagi usia tua,” terang Ismail.
Ia juga menambahkan korban rata-rata mengalami luka-luka ringan hingga berat akibat ditimpa material gempa.
Ismail juga menyebutkan tiga orang diantaranya juga di rujuk ke RSUD Pasaman Barat.
(Unc)


