Sempat Diberitakan Tewas Digigit Komodo, Panji Petualang Kini Tampil Elegan dengan Jutaan Subscriber
Panji bersama King Cobra (IG)

4,335 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Centangbiru – Penampilan baru Panji Petualang yang sempat dikabarkan tewas tercabik komodo saat ini tampil wara-wiri di TV dan selalu jadi trending di media sosial.


Penampilan baru Panji Petualang itu kini terlihat lebih berisi dan berewokan saat memamerkan potretnya dan aksinya di berbagai video.

Selain itu, tidak berbeda jauh dari sosok Panji Petualang yang dulu, kini Ia juga masih hobi memelihara reptil.

Sosok yang terkenal di era 90’an dan awal 2000’an itu dikenal sebagai pawang dan pejinak hewan liar di sebuah acara televisi.

Setelah acara itu selesai, Panji Petualang sempat tak terdengar kabarnya bahkan dikabarkan bahwa ia meninggal dunia akibat tercabik-cabik akibat digigit komodo.

Melansir dari Tribun-Trimur, tahun 2017 Panji kembali muncul di acara talk show di Pontianak.

Dalam kesempatan itu, Panji menjelaskan jika saat itu ia tak menghilang atau tewas, namun diungkapkannya karena sedang sibuk dengan pekerjaan offair-nya.

Ia juga bercerita soal berita kematianya yang disebarkan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Panji yang kini tampil elegan dan lebih dewasa membuat masyarakat netizen selalu menunggu aksi-aksi serunya dengan ditambah edukasi dan wawasan akan hewan liar.

Dari akun Instagramnya, diketahui Panji telah beristri dan memiliki dua anak.

Tak hanya eksis di Instagram, Panji juga membuat akun YouTube bernama Panji Petualang. Kontennya juga tak jauh dari soal hewan liar dan reptil seperti ular.

Subscriber-nya pun saat ini sudah mencapai 6,6 juta dan setiap videonya juga banyak yang menontonnya. Berkat aksi memukau dan menegangkan bersama hewan liar.

Salah satu aksi Panji Petualang yang mendebarkan adalah saat ia merekam dan mengupload video di Kebun Binatang Surabaya pada awal Januari 2019.

Dalam akun Youtube Panji Petualang, dia melakukan aksi berani bermain-main dengan dua ekor buaya berukuran besar.

Sepintas, buaya besar itu ukurannya hampir menyamai dengan buaya yang memangsa Desy Tuwo beberapa bulan silam.

Diperkirakan, buaya itu memiliki berat mencapai ratusan kilogram dengan panjang 5 meter lebih.

Aksinya itu disaksikan ribuan pengunjung yang memadati pinggiran kolam buaya berukuran besar itu.

Bersama pawang Kebun Binatang Surabaya, Panji Petualang beraksi dengan tongkat bambu berukuran panjang.

Panji Petualang berkali-kali menunjukkan aksi berbahaya itu dengan memukul-mukul tongkat ke mulut, kepala, dan badan buaya. Panji Petualang tetap memukul-mukulkan tongkat bambu ke kepala buaya.

Penonton berteriak saat buaya itu membalikkan kepala dan menyerang tongkat bambu yang berada dekat Panji Petualang.

Mulut buaya bergigi tajam itu hampir mengenai kaki Panji Petualang.

Karena kecerobohannya, nyaris saja buaya itu menerkam dan mencabik-cabik tubuh Panji Petualang.

Panji Petualang pun terpeleset dan terjatuh, untunglah dia sempat merangkak menjauh. Kedua buaya itu tetap agresif dengan membuka mulutnya.

Diketahui, Panji Petualang menggeluti dunia fauna semenjak dia masih muda, aksinya dapat kita lihat sejak tahun 2007.

Saat itu, Panji Petualang lekat dengan imej penakluk semua ular, mulai ular kecil berbisa sampai dengan ular king kobra atau piton berukuran raksasa.

Karena aksinya yang berani, pria ini sempat digosipkan meninggal dunia karena digigit komodo. Ternyata, kabar itu hanyalah hoax karena terbukti sampai saat ini dia masih melakukan aksi-aksi memukau dengan satwa liar.

Panji yang sekarang juga viral dengan king cobra yang diberi nama Garaga. Netizen selalu ramai bilamana panji menguploas video segala hal terkait Garaga.

Setelah beberapa bulan,Panji Petualang yang juga host acara Teman Panji di NET TV, mengaku telah melepaskan king kobra miliknya yang bernama Garaga di alam liar beberapa pekan lalu.

Menurut Panji, setelah ia melepaskan Garaga, subscriber-nya di kanal YouTube langsung sedikit berkurang.

“Ya mereka banyak yang kecewa, ada beberapa yang nge-dischannel YouTube gue, karena sudah terlalu over (suka) ke Garaga,” ucap Panji saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, (12/3/2020).

Panji menjadi tak mengerti kenapa Garaga bisa viral dan akhirnya disukai banyak orang.

“Gue juga bingung Garaga kok se-viral itu,” ujarnya.

Namun, Panji selalu memberi pengertian kepada mereka yang kecewa Garaga dilepaskan ke alam liar.

Panji selalu menerangkan bahwa itu dilakukan demi kebaikan Garaga sendiri karena pada dasarnya Garaga memang hewan liar yang harus hidup di habitat aslinya.

Panji pun mengungkapkan, sebenarnya ia masih memiliki king kobra lain yang diselamatkan dari konflik dengan manusia.

Terkait pelepasan king cobra Garaga, Setidaknya selama enam bulan, ia masih memantau Garaga untuk memastikan king cobra tersebut cocok di habitat barunya.

“Kami pantau dia ke mana larinya, makan atau enggak di situ. Kalau memang dia enggak bisa hidup, ya kami balikin ke shelter dan cari tempat yang lebih bagus,” ucapnya.

Panji diketahui mulai mengenalkan Garaga ke khalayak sekitar pertengahan tahun 2019.

Panji mendapatkan Garaga saat hewan tersebut tengah berkonflik dengan manusia di sebuah daerah perbatasan Majalengka-Sumedang.

Garaga adalah king cobra jantan berukuran jumbo sepanjang 5 meter dengan perkiraan berusia 15 tahun.

Panji juga mengungkapkan, bahwa channel youtubenya sangat berbahaya untuk tontonan anak-anak disebabkan banyaknya adegan berbahaya.

(tribun/kompas)