Pemberitahuan PDAM Pasaman Tanggapi Keluh Kesah Pelanggan akan Air Keruh

4,376 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Lubuk Sikaping (centangbiru) – Berbagai ungkapan dan curhatan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kecamatan Lubuk Sikaping, Pasaman, mengeluh di media sosial. Pasokan air yang dialirkan ke rumah mereka terlihat keruh dan sedikit bau.


Yulisman, anggota DPRD Pasaman yang juga pelanggan PDAM warga Tanjuang Alai Nagari Pauah mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas air dari PDAM beberapa hari belakangan ini.

“Dari sekian banyak konsumen yang bertanya melalui media sosial, seharusnya manajemen PDAM Pasaman sudah menjelaskan kepada konsumen kenapa sampai saat ini air PDAM masih tidak bersih dan jernih ?, mau sampai kapan terus seperti ini. Maka pada hari ini, saya selaku konsumen dan Wakil Ketua Komisi II DPRD Pasaman yang juga membidangi PDAM juga mau bertanya pada pak Direktur PDAM sampai kapan kondisi air seperti ini, jelas ini konsumen dirugikan. Saya bertanya disini karena hearing belum bisa dilaksanakan karena wabah Virus Corona. Mohon ada penjelasan dari manajemen PDAM pada konsumen,” tegas Yulisman yang akrab dengan jargon Mohne, (16/4).

Aprina pelanggan dari Taluak ambun juga merasa heran, mengapa kondisi air yang dialirkan ke pelanggan seperti itu. Apakah PDAM tidak memiliki peralatan untuk memproses air, sehingga keruh sampai di pelanggan.

“Harusnya, sesuai namanya PDAM itu menyediakan air minum, air bersih. Bukan air keruh seperti ini,” ungkap Aprina.

Dalam seminggu belakangan ini, keluhan mengenai kualitas air PDAM di Lubuk Sikaping juga dikeluhkan netizen setempat. Kekecewaan dan perasaan dirugikan dengan pelayanan air minum dengan kualitas seperti itu menjadikan beranda medsos untuk bercurhat ria para warganet.

“Seharusnya sudah ada penjelasan dari pihak terkait kepada konsumen PDAM Lubuk Sikaping, kenapa air tak kunjung jernih sudah lebih satu minggu, dan apakah air sekarang layak di konsumsi untuk masak, mandi, wudhuk?. Mohon maaf,” ujar akun FB Yoharman Namber.

“Lah muak pulo wak manguras bak mandi tiok cacah, sa bak sa bak aia babuangan, banyak nan tabuang lai pado tapakai. Ntah sampai bilo lo ka mode ko?,” ujar akun Rahma Yona.

“Makin hari makin subur virus korona pada air PDAM, gratis tapi karuah,” kata Fitriadi Boeng di akun FB nya.

Menanggapi hal itu, Direktur PDAM, Ahmad Subur kepada pelanggan di Whats App Group BIP mengakui bahwa air memang kurang bagus beberapa hari belakangan ini.

“Bapak/Ibu Pelanggan PDAM Pasaman, dengan ini kami informasikan bahwa sehubungan dengan terjadi gangguan kualitas air baku di sumber air yang disebabkan intensitas hujan cukup tinggi dan terjadinya longsor di hulu sumber mengakibatkan gangguan kualitas air yang distribusi. PDAM akan tetap berupaya untuk mengoptimalkan operasional IPA yg ada serta melakukan pengurasan pada jaringan pipa serta upaya lain yang dapat meningkatkan kualitas air. Atas ketidaknyaman dan gangguan tersebut kami mohon maaf dan mohon dimaklumi,” ungkap Ahmad Subur di WAG Berbagi Informasi Pasaman, (16/4).

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pelanggan atas ketidaknyamanan ini. Kami akan berusaha memperbaki instalasi pengolahan secepatnya sehingga kondisi air kembali normal,” pungkas Subur.

(Unc)