PA GMNI Sumbar Desak Pemprov Perketat Prokes Covid-19 dan Segerakan Vaksinasi Warga
Rudi Apriasi, Wakil Ketua Bidang Politik PA-GMNI Sumatera Barat

2,140 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Lubuk Sikaping (Centangbiru) – Menanggapi situasi nasional melonjaknya angka sebaran dan kematian akibat Covid-19 di Jawa Barat dan Jakarta hingga ditetapkan siaga satu di Jabar oleh Satgas Penanganan Covid-19 RI, serta terjadinya peningkatan kasus di Sumbar dengan ditetapkannya beberapa derah sebagai zona merah, ini harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Pasaman, Rudi Apriasi yang juga menjabat Wakil Ketua Bidang Politik, Pemerintahan dan Reformasi Birokrasi, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni GMNI Sumbar.

“Pemerintah Provinsi Sumbar sejauh ini perlu menjalankan komunikasi risiko efektif, dan dengan tegas harus mengawal penerapan protokol kesehatan hingga ke tengah masyarakat,” ujar Rudi Apriasi kepada Centangbiru, Senin (21/6).

Disamping itu, Rudi menegaskan pengawasan di lapangan itu dibutuhkan untuk memantau apakah Perda dan aturan lainnya telah dilaksanakan dengan baik, yang merupakan tugas para personil di Satgas dan TNI Polri agar bisa mengawal penerapan aturan prokes dengan tegas dan ketat.

“Dengan kasuistik beberapa kota/kabupaten menjadi status zona merah di Sumbar, ini membuka mata dan perhatian kita, berarti di Sumbar ada lonjakan kejadian terhadap Covid19, ini tidaklah bisa dibiarkan begitu saja. Teman-teman Satgas harus mengambil langkah di masing-masing kabupaten/kota. Jika dalam hal ini tidak serius dan tak dibangun komitmen dengan warga, serta tidak adanya pengendalian yang tepat dan cepat, saya bisa katakan dalam hitungan minggu sampai bulan, kita di Sumbar kasus Covid akan terus meningkat,” tegas ketua Komisi B DPRD Pasaman ini.

Rudi Apriasi juga menegaskan pembatasan mobilitas tak bisa seterusnya efektif membendung lonjakan kasus COVID-19, jika lagi-lagi, protokol kesehatan Covid-19 tidak menjadi perhatian utama. Peran masyarakat, menurut Rudi dinilai penting dalam menekan kasus Covid-19, dengan disertai upaya pemerintah melakukan tracking yang baik.

Karenanya, terang Rudi, strategi pengendalian pandemi Corona tidak bisa hanya berjalan satu aspek saja. Perlu ada sinergi maksimal antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalani perannya masing-masing.

“Karena itu strategi untuk mengatasi masalah ini tidak bisa hanya dengan terus menambah tempat tidur karena hanya pada satu titik itu akan terjadi lonjakan dimana RS dan tempat tidur sudah tidak mampu lagi mengatasinya,” jelas Rudi Apriasi.

Disamping itu, Rudi Apriasi mendesak agar Pemprov segera melakukan vaksinasi buat segenap warga Sumbar, hal ini ia tegaskan karena menyoroti cakupan vaksinasi yang masih rendah di berbagai daerah kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Keikutsertaan dalam vaksinasi sebagai upaya ikut serta dalam memerangi Covid19, dengan semakin cepat vaksin maka upaya untuk pemulihan ekonomi nasional.

“Kita mengapresiasi Bupati Pasaman yang telah mengintruksikan vaksinasi di Pasaman, dan ia mendesak agar pemerintah Provinsi bisa mengupayakan proses vaksinasi Covid-19 di Sumbar terus meningkat di seluruh kabupaten/kota. Sebab, kesehatan masyarakat adalah yang utama, disamping sebagai upaya kita bersama dan juga pemulihan ekonomi di Sumbar dan secara nasional,” pungkas Rudi Apriasi.

(Unc)