Kampus UNP Dibangun Di Pasaman, Bupati dan Rektor Tandatangani Naskah Kerjasama
Bupati Pasaman, Benny Utama dan Rektor UNP tandatangani naskah kerjasama pembangunan Kampus UNP di Pasaman

6,481 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Pasaman (Centangbiru) – Rencana pembangunan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) di Kabupaten Pasaman, tinggal selangkah lagi, setelah dilakukannya penandatanganan naskah kerjasama Sinergitas Pembangunan Kampus UNP oleh Bupati Pasaman H. Benny Utama dan Rektor Universitas Negeri Padang Prof. Ganefri,PhD, Sabtu (31/7/21), di Kecamatan Tigo Nagari, atau wilayah “Segitiga Emas” Pasaman yang berbatas dengan Kabupaten Agam dan Kabupaten Pasaman Barat.

“Sebagai Bupati, Pak Benny sangat peduli dengan dunia pendidikan, dan Kami di UNP siap mendukung,” ujar Prof. Ganefri, mengawali sambutannya.

Rektor UNP Ganefri menyatakan pihak UNP siap mendukung keinginan Bupati Benny Utama untuk memajukan dunia pendidikan di Pasaman, dan Sumatera Barat secara umum.

Menurutnya, Sumatera Barat adalah daerah yang minim potensi sumber-sumber usaha ekonomi, karenanya potensi sumber daya manusia yang handal di daerah ini, harus dikembangkan dan diangkat melalui jalur pendidikan.

“Keunggulan Sumatera Barat terletak pada sumber daya manusianya, artinya pembangunan Sumatera Barat semestinyalah dititik beratkan pada bidang pembangunan manusia,” terangnya.

Sempat diungkap Rektor UNP, indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasaman beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, walau di masa lima tahun sebelumnya sempat baik, berada di 10 besar Sumatera Barat .

“Sekarang IPM Pasaman di nomor dua terakhir, atau hanya satu tingkat diatas Mentawai,” timpal Wakil Rektor IV UNP, Prof. Yasri, yang ikut hadir bersama Wakil Rektor II UNP bidang Aset.

Namun Rektor UNP merasa optimis, dibawah kepemimpinan H. Benny Utama, Kabupaten Pasaman akan lebih baik, dan UNP siap mendukung kenaikan IPM Pasaman di bidang pendidikan.

Prof. Ganefri turut mengungkapkan rencana perubahan nama dan status UNP menjadi Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTBH), dengan kewenangan yang lebih luas, dan memiliki otonomi untuk lebih leluasa bergerak mengembangkan diri.

“UNP saat ini tercatat sebagai universitas terbesar di Pulau Sumatera, dengan jumlah mahasiswa 50.000 orang, memiliki tujuh kampus yang tersebar di Padang, Bukit Tingg, Pariaman, Payakumbuh, Sawahlunto, Painan, dan Insya Allah kampus di Pasaman jadi yang ke delapan,” beber Rektor UNP yang juga mantan Kepala Kopertis Wilayah X Padang itu.

“Kampus UNP di Pasaman rencananya untuk prodi jurusan pendidikan, pertanian dan kepariwisataan,” sebutnya.

Ditambahkan, dengan perubahan status PTBH, UNP sudah membuat master plan besar, tidak hanya pengembangan kampus, namun juga bergerak ke usaha perhotelan dan usaha lain, dengan tetap berbasis pendidikan.

Dikatakan, UNP telah memiliki areal di Tarok City Pariaman seluas 150 Ha, untuk pengembangan prodi manajemen golf dan pembangunan lapangan golf itu sendiri

Untuk Kampus UNP di daerah-daerah– selain 4 kampus di Padang, di Bukit Tinggi UNP nengembagkan fakuktas kedokteran, di Painan yang dimulai tahun ini terdapat jurusan Tekhnologi Informatika, teknik mesin dan otomotif, di Payakumbuh bidang study Kuliner Minang, sedangkan Pariaman bidang study keperawatan, dan di Sawahlunto Jurusan Tekhik Mesin serta Tambang.

Pengembangan kampus di daerah-daerah, kata Ganefri adalah salah satu pola UNP untuk mengadakan pendekatan ke rakyat.

“Saat ini mahasiswa UNP ada di seluruh Kecamatan dan nagari di Sumatera Barat, serta ribuan lainnya terdapat di luar Provinsi Sumatera Barat,” katanya.

Turut diingatkan, pendidikan Sumbar saat ini sudah jauh tertinggal dari propinsi tetangga, Riau dan Jambi. Namun hal Ini dapat dimaklumi, karena perekonomian daerah tetangga jauh lebih baik.

“Jangan lagi beranggapan Sumbar itu pendidikannya lebih maju. Itu dulu,” ingat Profesor Ganefri.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Rektor UNP menegaskan peran serta dan perhatian pemerintah daerah sangat diperlukan untuk memajukan kembali dunia pendidikan di Sumatera Barat.

“Memulai pembanguan pendidikan itu harus dari sektor dasar, yakni dari Pendidikan Usia Dini atau PAUD. Dan masyarakat harus kembali pada mindset berpikiran orang tua kita dulu, ‘bialah dikurang-kurangi makan, asal anak lai sekolah,” tuturnya.

Bupati Pasaman, Benny Utama dalam sambutannya, menyebutkan bahwa lokasi pembangunan Kampus UNP di Kecamatan Tigo Nagari, merupakan kawasan “Segi Tiga Emas”, sebuah kawasan strategis yang memiliki potensi besar.

“Ada dua lokasi yang kita tawarkan ke Pak Rektor, dan pilihannya kita serahkan ke pihak UNP. Namun pembangunan infrastruktur jalan ke lokasi kampus nantinya, menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Pasaman,” ujar Bupati Benny Utama.

Selain rencana pembangunan Kampus dan pengembangan dunia pendidikan, Pemkab Pasaman juga akan merealisasikan kerjasama kajian analisa jabatan di ‘tubuh’ Pemkab Pasaman, analisa kajian masalah ekonomi Pasaman, serta sektor dan bidang lain yang membutuhkan kajian akademik.

Turut diungkap Bupati, tahun 2022 depan, Pemkab Pasaman kembali melanjutkan program pendidikan gratis 12 tahun bagi seluruh anak-anak Pasaman, yang programnya sempat terhenti di lima tahun terakhir, termasuk pembenahan kembali program pendidikan anak usia dini, yang lima tahun lalu juga sudah terlaksana Program Satu Jorong Satu PAUD di masa kepemimpinan Bupati Pasaman periode 2015-2020 lampau.

Usai acara penandatanganan naskah kerjasama, Bupati dan Rektor beserta rombongan melakukan peninjauan dua lokasi peruntukan Kampus UNP di Kecamatan Tigo Nagari, Pasaman.

Turut hadir dua Wakil Rektor UNP, anggota DPRD Sumbar Syawal Dt. Putiah dan ‘Ongah Yono’ Suharjono, Anggota DPRD Pasaman Martias Kuncoro, kepala OPD teknis Pemkab Pasaman, Wali Nagari serta tokoh masyarakat Tigo Nagari.

(B-Her)