Di Tengah Pandemi, Yoga Sang Pengrajin Woodcraft dan Batu Akik Terus Berkarya
Yoga, sabar dan terus berkarya di fase pandemi

2,487 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Lubuk Sikaping (Centangbiru) – Pandemi Covid-19 memang belum usai dan siapa saja tidak mengetahui kapan berakhirnya, namun dibutuhkan semangat untuk bertahan dan tidak lelah dalam berjuang ditengah keterbatasan. Disiplin penerapan protokol kesehatan menjadi penting agar wabah virus Corona dapat ditekan dan dihentikan.

Salah satu sektor yang sangat terdampak dalam fase sulit pandemi ini, adalah sektor UMKM. Mereka harus benar-benar kuat dan sabar dalam menjalani realita, dimana keadaan semakin pelik dan mencekik.

Yoga Wila Saputra (37), salah seorang warga Jorong Kapalo Koto, Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat yang merupakan salah satu pelaku UMKM, diwajibkan mampu bertahan dalam terjangan pandemi ini. Dalam usahanya, ia membuat kerajinan tangan yang menakjubkan dengan memanfaatkan kayu dan batu akik.

Berbagai kerajinan hasil karyanya telah berdaya jual hingga mampu merambah pasar luar kabupaten, maupun luar Sumatera Barat.

Kerajinan tangan Yoga yang populer di masyarakat Pasaman, seperti sangkar burung berbahan Kayu khas Sumatera barat yaitu kayu jenis Surian, Woodcraft (kerajinan kayu) serta berbagai macam bentuk asah batu akik.

Yoga mengatakan, bahwa karya Woodcraft dan asah batu akik tersebut, didapatkannya skill secara otodidak dari berbagai sumber dan hasil karyanya telah diberi label/nama Dewangga Jaya.

Yoga juga mengungkapkan, bahwa saat ini Woodcraft dan sangkar burung banyak dipesan oleh konsumennya, tentu dengan harga yang sangat terjangkau per unitnya.

Sementara untuk kerajinan asah batu akik, ia hanya menerima beberapa pesanan para pecinta batu akik yang masih bertahan hingga saat ini, dengan kisaran harga sesuai tingkat kesulitan dan ketelitian saat proses pembuatan.

“Memang, kalau untuk pesanan Woodcraft dan sangkar burung, saya buat dengan berbahan dari kayu berkualitas. Satu sangkar burung saya jual dengan kisaran harga yang cukup terjangkau, kisaran 500 ribu hingga Rp1 juta. Tapi kalau untuk asah batu akik, saya hanya menerima pesanan dengan upah jasa Rp35 ribu, kalau jenis batu Bacan dan Sungai Dareh saya mematok jasa Rp50 ribu saja,” kata Yoga, kepada Centangbiru, Jumat (30/7/2021).

Namun saat pandemi Covid-19 ini, dirinya hanya membuat beberapa pesanan ukiran kayu dan sangkar kayu, serta jika ada pesanan asah batu akik dari koleganya.

Yoga berharap, langkah pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi atau kabupaten untuk memberikan stimulus bagi produksi rumah tangga bisa meningkat di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah, kata dia, harus jeli untuk mengupayakan agar produksi kerajinan rumah tangga atau home industri seperti ini bisa bersaing.

Yoga juga mengatakan, dalam kurun waktu Juni dan Juli 2021, Kini ia hanya membuat miniatur ukiran kayu, serta asahan batu akik berdasarkan pesanan yang ada.

Dalam satu bulan, yoga mampu membuat 10 buah sangkar burung yg sudah finishing dengan ukuran sesuai pesanan para konsumen.

Harganya pun bervariasi mulai dari 500 ribu hingga 1 juta rupiah, tergantung tingkat kerumitannya.

Untuk pemesanan ukiran kayu, sangkar burung hingga asah batu akik, bisa langsung datang ke Jalan Sutan Syahrir belakang Toko Bangunan Berkah, Jorong Kapalo Koto (Samping Tower), Lubuk Sikaping. Atau, bisa langsung menghubungi nomor Telpon/WA 0852-6470-0464.

(Unc)