Dosen dan Mahasiswa KKN Unand Lakukan Pengabdian Masyarakat di Kubu Dalam Parak Karakah dan Serahkan Bantuan Handsanitizer Serta Tempat Sampah Otomatis
Penyuluhan penggunaan Hand Sanitizer dan Tempat Sampah otomatis oleh DPL, Cesar Welya

178 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Padang (Centangbiru) – Peningkatan jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 terus meningkat hingga saat ini. Di Kota Padang, jumlah positif Covid hingga 19 Agustus 2021 sudah mencapai 39458 (Data Dinas Kesehatan Kota Padang, 2021). Sebaran Kasus kedua tertinggi di Kota Padang terdapat pada Kecamatan Padang Timur (15%). Dengan kasus tertinggi pada Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah (1257 dari 5648 kasus di Kecamatan Padang Timur).

Seperti diketahui, cara penyebaran virus Covid-19 yaitu melalui droplet, kontak fisik, ventilasi yang buruk, tempat yang ramai, dan yang sering terlupakan adalah permukaan yang terkontaminasi. Cara mencegah penyebaran Covid-19 adalah dengan hand sanitizer, tapi kontaminasi masih memungkinkan jika masih menyentuh benda-benda umum.

Dosen dan mahasiswa KKN Unand di kelurahan Kubu dalam melaksanakan program perancangan alat hand sanitizer otomatis dan tempat sampah otomatis bagi di kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah. Kedua alat tersebut merupakan karya dari Thoriq Kurnia Agung dan Fionita Adriani, yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Andalas.

Dalam pembuatan alat tersebut, turut dibantu oleh tim KKN UNAND Kubu Dalam Parak Karakah dan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan.

Pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Thoriq menjelaskan, alat Handsanitizer otomatis merupakan alat yang digunakan untuk membantu masyarakat agar tetap patuh pada protokol kesehatan terutuama mencuci tangan.

“Alat ini menggunakan sensor sehingga hanya dengan mengarahkan tangan ke alat, cairan handsanitizer dapat keluar dengan sendirinya. Dengan adanya alat ini akan mengurangi kontak fisik secara langsung terhadap penggunaan barang yang dipakai bersama. Selain itu, alat ini juga memiliki kelebihan lain yaitu alatnya dapat dicharge ketika baterainya habis dan untuk pengisian ulang cairan handsanitizernya juga sangat mudah,” ungkap Thoriq kepada Centangbiru, (24/8).

Karya kedua dari Fionita, yaitu tempat sampah otomatis, merupakan tempat sampah yang bisa terbuka dan tertutup secara otomatis. Kemampuan tutup/buka otomatis ini merupakan kerja dari sensor, yaitu ketika mendekat dengan jarak sekitar kurang dari 30 cm, tempat sampah akan terbuka selama 5 detik sebelum tertutup kembali secara otomatis.

“Dengan alat ini, dapat mengurangi kontaminasi saat membuang sampah pada tempat sampah tertutup,” terang Fionita.

Pada rangkaian KKN mahasiswa Unand ini, juga dilaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat. Cesar Welya Refdi sebagai Dosen Pembimbing Lapangan, memberikan Penyuluhan dalam Penggunaan Alat Handsanitizer Otomatis dan Tempat sampah otomatis. Hal ini bertujuan agar pihak kelurahan memahami dan juga dapat mengedukasi masyarakat agar menggunakan alat ini untuk mencegah perubahan Covid-19.

(CWR)