KPU Usulkan Pemilu 2024 Digelar 21 Februari dan Pilkada 27 November
Ketua KPU, Ilham Saputra

1,085 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Jakarta (Centangbiru) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Ilham Saputra mengungkapkan alasan mengapa pihaknya mengusulkan pemilihan umum (Pemilu) serentak tahun 2024 dilaksanakan pada 21 Februari 2024.

Ilham menjelaskan, hal itu dilakukan salah satunya untuk memberikan waktu memadai dalam penyelesaian sengketa pemilu legislatif dan pemilu presiden dan penetapan hasil pemilu tersebut dengan jadwal pencalonan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Tentu kenapa kemudian kami mengusulkan tanggal pemilu nasional kita itu akan diselenggarakan pada 21 Februari tahun 2024,” kata Ilham dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II, yang dilansir dari laman Kompas, Senin (6/9/2021).

Selain itu, lanjut Ilham, KPU juga memperhatikan beban kerja badan adhoc pada tahapan pemilu yang beririsan dengan tahapan pemilihan.

Ia melanjutkan, proses pemungutan suara juga sudah diperhitungkan agar tidak bertepatan dengan hari raya keagamaan. Begitu pula dengan proses penghitungan suara juga telah diatur agar tidak bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

“Karena, sekali lagi ini pertama kali kita menyelenggarakan pemilu dan pilkada di tahun yang sama, tentu perlu dipertimbangkan bagaimana nanti partai politik harus punya kursi yang disyaratkan oleh Undang-undang Pemilihan, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016,” ujarnya.

Sementara terkait pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tahun 2024 penyelenggaran gubernur, bupati dan wali kota diusulkan pada 27 November 2024.

Tentunya dengan mengacu pada persiapan pemilihan 2018 yang 12 bulan, persiapan pemilu 2019 yang 20 bulan dan persiapan pemilihan 2020 yang berlangsung 15 bulan.

“Seperti yang kita ketahui bahwa pemilihan tahun 2020 itu sempat kita tunda pelaksanaannya atau kita postpone,” ungkapnya.

Ilham pun berharap jadwal ini yang sudah disepakati dalam rapat internal dengan DPR dan pihak terkait lainnya bisa segera disahkan.

“Akan lebih baik jika persetujuan untuk menetapkan pemilihan dan pemilu ini bisa dipercepat sebetulnya. Karena memang banyak sekali hal yang perlu kita persiapkan,” ucap dia.

(SaniaMashabi/Kompas)