Pemkab Berkomitmen Penuh Wujudkan Pasaman Cerdas, Melalui Bidik Misi Buka Peluang Bagi Calon Mahasiswa Berekonomi Lemah

5,055 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Lubuk Sikaping (Centangbiru) – Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS menghadiri sekaligus membuka secara resmi Rapat Sosialisasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru melalui Jalur Bidik Misi Kerjasama Pemerintah Daerah Kabupaten Pasaman dengan Kopertis Wilayah X Padang Tahun 2022, bertempat di Aula lantai 3 Kantor Bupati Pasaman, Senin, (24/1).

Turut hadir, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Sukardi, Ketua LLDIKTI Wilayah X Padang Eli Susanti, Kepala OPD Terkait, Wakil Kesiswaan SMA/SMK dan Madrasah se-Pasaman.

Terkait makin dekatnya penerimaan Mahasiswa Baru oleh berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh wilayah, membuat calon mahasiswa yang akan mendaftar mulai bimbang memilih perguruan tinggi yang cocok dan sesuai dengan faktor kemampuan nilai maupun faktor ekonomi.

Dalam hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman, Sukardi menjelaskan, bahwa kewenangan dinas pendidikan hanya sebatas SMP, sementara untuk kewenangan SMA di pegang oleh Dinas pendidikan Provinsi. Untuk itu, pihaknya tidak ingin terpisah dalam rangka mewujudkan visi Pasaman Cerdas.

“Dengan adanya sinyal dari lembaga layanan pendidikan tinggi untuk kemahasiswaan, artinya besar peluang bagi anak dari keluarga yang kurang mampu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dengan beasiswa, bahkan ada uang bulanan dan ada uang kuliah,” ujar Sukardi.

Sukardi juga menyebutkan, untuk Pasaman sendiri tidak semua warganya memiliki peekonomian yang bagus, terkadang para orangtua takut anaknya masuk ke perguruan tinggi swasta, dan kekhawatiran itu sekarang telah ditanggung biaya tersebut oleh pihak perguruan tinggi.

“Untuk itu, kita tinggal memetakan, sementara dari pihak perguruan tinggi sendiri menyarankan pihak SLTA dapat membantu siswanya dalam memilih jangan semuanya tertuju pada satu jurusan favorite dan coba memilih pada jurusan lain yang dirasa ada kesempatan atau peluang besar,” kata Sukardi.

Kadis Pendidikan Pasaman juga menuturkan, tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi bagi calon mahasiswa, diantaranya adalah mendapat Kartu Indonesia Pintar dari keluarga miskin atau Keluarga PKH dan bisa juga keterangan Keluarga Miskin dari Wali Nagari setempat. Kesempatan ini juga berkaitan dengan prestasi calon mahasiswa sendiri, namun yang diutamakan adalah dari yang kurang mampu.

Sementara, Wakil Bupati Pasaman, Sabar AS mengatakan, bahwa dengan adanya program pendidikan gratis ini akan mampu menghilangkan beban orangtua dalam menyekolahkan anaknya. Dimana, semestinya sejak Januari 2022 ini tidak ada lagi pungutan atau pembayaran di sekolah termasuk ditingkat SLTA.

“Dengan adanya program yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi ini, tentunya sangat bersinergi dengan visi Kabupaten Pasaman, yakni Pasaman Cerdas. Bentuk komitmen dari bidang pendidikan tersebut, yakni melahirkan program pendidikan gratis 12 tahun dan bahkan sampai ke tingkat SLTA,” ujar Sabar AS.

(Unc)