Jurusan TPHP Unand Gelar Pengabdian Masyarakat di Pabrik Tahu DR Padang, Diperlukan Inovasi Lebih Lanjut

1,513 kali dilihat, 12 kali dilihat hari ini

Padang (Centangbiru) – Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Andalas (Unand) melakukan kunjungan dan pengabdian masyarakat di Pabrik Tahu DR, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Padang, (28/6/2022).

Agenda ini bertujuan untuk temu ramah dengan pemilik pabrik tahu, Soni, sekaligus melakukan Focus Grup Discussion (FGD) tentang kendala yang dialami dan solusi untuk menyikapi permasalahan tersebut.

Diskusi dibuka oleh Sekretaris Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Daimon Syukri, S.Si., M.Si., Ph.D dan dipandu oleh Prof. Dr. Ir Novizar, M.Si. Beliau juga merupakan salah satu Dosen di Jurusan TPHP Unand.

Keluhan yang dirasakan oleh Soni selaku pemilik pabrik tahu, yaitu bahan baku yang susah didapatkan dan mahal. Kedelai yang digunakan untuk pembuatan tahu, merupakan kedelai impor karena kedelai lokal menghasilkan tekstur tahu yang sangat lunak.

Selain itu, kendala yang dihadapi adalah umur simpan tahu yang tergolong singkat, tahu yang diproduksi hanya bertahan 2-3 hari saja. Pendistribusian tahu hanya bisa diedarkan ke pasar-pasar tradisional di Kota Padang.

“Tahu diproduksi dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore, dan pagi hari besoknya langsung diedarkan ke pasar. Tahu yang tidak laku terjual, dikembalikan ke pabrik untuk dijadikan pakan ternak. Masalah lain yang didapatkan yaitu limbah dari pengolahan tahu belum bisa dimanfaatkan dengan baik,” ungkap Soni.

Sivitas Akademika Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian sangat antusias dalam kegiatan kunjungan lapangan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat saat ini.

Banyak informasi lapangan yang didapat oleh sivitas akademika TPHP terkait kondisi nyata yang dihadapi oleh pelaku industri pangan.

Proses pengolahan tahu yang memenuhi standar pengolahan pangan yang baik akan menjadi fokus pendampingan yang akan dilakukan secara periodik oleh sivitas akademika TPHP dengan pelaku industi tahu yang dikelola oleh Soni.

Selain standarisasi pengolahan beberapa inovasi yang didiskusikan antara dosen Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian dengan pemilik Soni, antara lain pada proses pembuatan tahu, kedelai yang digunakan bisa dicampurkan antara lokal dan impor, sehingga tidak memakan biaya yang terlalu besar, untuk meningkatkan nilai jual tahu bisa diolah menjadi produk jadi seperti diolah menjadi pepes tahu, nugget tahu, bakso tahu, dan lain sebagainya.

“Pengembangan produk diversifikasi berbahan baku tahu, diharapkan dapat menjadi solusi yang bisa dilakukan oleh Soni selaku pemilik pabrik, untuk pengembangan industri tahu yang sudah berjalan saat ini. Selain itu, pengembangan produk berbasis bahan baku lokal juga menjadi tantangan dalam mengatasi masalah sulitnya bahan baku kedelai,” ujar Prof. Dr. Ir.Novizar, M.Si.

Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh sivitas akademika TPHP dengan industri pengolahan tahu, dihasilkan beberapa program kegiatan yang akan dilakukan secara terus menerus untuk beberapa tahun ke depan ini.

Selain pendampingan lapangan yang dilakukan secara langsung, pengembangan topik-topik penelitian yang berkaitan dengan pengembangan produk berbasis kedelai dan berbasis bahan baku tahu juga akan menjadi tantangan yang harus dipecahkan secara sivitas akademika TPHP Unand.

Pengembangan kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dengan menjadikan industri sebagai tempat pelatihan dan pengembangan kemampuan psikomotorik mahasiswa juga dapat dilakukan dengan menjadikan tempat pelaku industri tahu sebgai tempat pelaksanaan praktek kerja lapangan dan Kuliah Kerja Nyata.

(Lia/Daimon)