Mengulas Serial Siti Nurbaya (Eps 1), Tontonan Menarik Dengan Kearifan Lokal Yang Dikemas Modern

2,416 kali dilihat, 39 kali dilihat hari ini

Centangbiru – Semakin hari, peminat dari tontonan film lokal yang mengangkat budaya semakin terasa redup dan nyaris hilang. Bagaimana tidak, perkembangan tekhnologi yang kian pesat membuat bauran budaya yang sangat deras arusnya seakan tanpa hambatan.

Zaman yang semakin berubah juga membuat serial lokal budaya kurang diminati karena dianggap monoton dan kuno. Namun, Naya Andita selaku sutradara film “Nurbaya” mampu mengemas cerita klasik nan legendaris dalam bentuk serial musical yang apik dan tidak kalah dengan setting teater luar sekelas “The Greatest Showman”.

Tontonan Menarik, Syarat Budaya Lokal yang apik dan modern

Menurut penulis, ini merupakan sebuah mahakarya mahal. Sang sutradara sangat brilian untuk mengemas cerita yang mungkin tertinggal pada zaman sekarang dengan membuat ulang dengan setting movie yang diminati pada zaman sekarang. Apalagi serial ini tayang perdana pada Channel You Tube “Indonesia Kaya” dimana dengan sangat mudah diakses oleh penonton.

Dan, juga akting dari para aktornya sudah dibilang sangat luar biasa. Bagaimana tidak, serial musical ini dibintangi oleh banyak aktor muda berbakat, dengan adanya penyaringan lewat audisi terlebih dahulu.

Tidak hanya berhenti sampai disana, berbagai stereotype dan branding Minangkabau pun terbungkus dengan sangat apik pada serial musical ini, walaupun masih pada episode 1.

Sampai sekarang, petuah “jika ingin menikah dan bahagia, carilah calon yang mapan” meskipun kita semua tau jika mapan saja tidak akan cukup untuk membuat bahagia. Namun begitulah adanya, sampai pada zaman sekarang pun masih ada pandangan bahwa perempuan tidak perlu bercita-cita tinggi karena pada akhirnya wanita juga akan mengikuti kodratnya untuk menjadi seorang Istri dan Ibu.

Selain itu, pada episode 1 ini juga membranding perempuan Minangkabau sejatinya layak Bundo Kanduang. Yaitu meskipun menjunjung sopan santun, ramah tamah dan lemah lembut tetapi perempuan Minang adalah perempuan yang kuat, ulet dan tangguh.

Meskipun penulis masih menonton hanya bagian 1 saja, penulis berani menyimpulkan bahwa serial ini merupakan sebuah garapan yang sukses.

Dengan cerita klasik yang dikemas modern, membuat penulis sangatlah merekomendasikan serial ini untuk list tontonan terlebih bagi audiens yang sangat menyukai literatur. Hanya pada bagian 1, penulis merasa ditarik untuk menonton serial selanjutnya. Dikarenakan sajian yang sangat menarik dan jauh dari kata membosankan.

Bagaimana tidak, penulis menilai bahwa serial ini menyajikan paket komplit. Tata Bahasa yang indah, diselingi musik dan tarian, dan talent yang memukau.

Tidak heran dalam selang waktu 2 bulan saja, tayangan serial ini sudah mencapai angka 4 juta. So, tunggu apalagi? Saksikan dan nikmati serial ini.

(FaraSalsabila)