2,274 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Malampah (Centangbiru) – Pasca terjadinya gempa dahsyat 6,2 Magnitudo yang melanda Pasaman dan Pasaman Barat, DPC PKB Pasaman senantiasa konsisten akan kepedulian untuk membantu para korban gempa, karena dalam kondisi seperti ini semua pihak harus bahu membahu dalam rangka memulihkan kondisi pasca gempa bumi.

Dalam fase pemulihan pasca gempa, DPC PKB Pasaman mengerahkan 4 unit Excavator dan sejumlah relawan, guna membantu membersihkan sisa puing-puing reruntuhan bangunan rumah masyarakat akibat bencana gempa tersebut.

“Insya Allah, DPC PKB Pasaman senantiasa konsisten untuk ada ditengah-tengah masyarakat, guna membantu dan menolong sesama yang ditimpa musibah. Ini merupakan kecintaan dan kepedulian PKB Pasaman kepada korban bencana gempa yang menimpa saudara kita di Malampah,” ujar Jusran, selaku Ketua DPC PKB Pasaman kepada Centangbiru, Sabtu (12/3/2022).

Ia menambahkan, bahwa sangat perlu kiranya semua elemen untuk berkolaborasi dalam rangka membantu pemulihan fisik dan psikis korban gempa di Pasaman.

“Insya Allah, dengan izin Allah SWT, Malampah akan kembali bangkit dan Malampah akan kembali kuat. Baik itu masyarakat, maupun roda perekonomian di daerah ini,” kata Jusran, yang merupakan Anggota DPRD Fraksi PKB Pasaman.

Welly Suheri, yang merupakan Anggota DPRD Pasaman dari Fraksi PKB juga mengatakan, bahwa 4 unit Excavator dan relawan akan siap sedia untuk membantu pembersihan sisa reruntuhan bangunan.

“Ini adalah perwujudan dan komitmen nyata PKB kepada masyarakat Pasaman. Duka Malampah adalah duka kita bersama,” ujar Welly Suheri, yang akrab disapa Pode.

Ia juga mengungkapkan, bahwa sebahagian besar masyarakat di Malampah masih gamang untuk kembali tinggal di rumahnya. Bayangan akan bahaya gempa masih tetap ada. Dan itu wajar, terutama bagi kalangan anak-anak dan orang tua.

Welly Suheri berharap, traumatik warga Malampah cepat pulih. Karena sejak gempa kuat pada Jumat (25/2) lalu, sudah tidak ada lagi gempa dahsyat dan hanya gempa kecil yang tidak membahayakan.

“Bencana dan musibah memang datang atas kehendak Allah SWT, dan kita manusia tidak pernah tahu itu kapan. Mari segera bangkit, ikhlaskan yang sudah terjadi, dan berserah dirilah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita selalu terjaga, terhindar dari segala mara bahaya,” imbau Welly Suheri.

(Unc)